Cerita Ibu Baru

Kali ini saya ingin berbagi cerita setelah melahirkan dan menyandang status baru. Sebagai ibu! Yes, menikah di usia 22 tahun saja tidak pernah terpikir sebelumnya, apalagi langsung hamil pula di usia yang sama o_O

Baby blues?
2 hari setelah melahirkan dan kembali pulang (ke rumah mertua) saya merasakan perasaan yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Tiba-tiba saja saya merasa cemburu dengan ibu mertua. Saya cemburu ketika suami sering ngobrol dengan ibu mertua. Padahal sebelum-sebelumnya, saya biasa saja. Toh wajar, mereka kan ibu dan anak. Saya juga merasakan perasaan yang aneh ketika ibu mertua menggendong Emir, semacam cemburu juga mungkin. Hal itu membuat saya menangis selama beberapa hari. Sampai-sampai suami bertanya-tanya.

Saat Emir bangun tengah malam pun saya menangis. Saya merasa capek, dan tidak jarang menjadi kesal sendiri. Tapi setiap kali perasaan ini muncul, saya mencoba mengingat kata sabar yang selalu saya tulis selama hamil (baca: Menjadi Ibu yang Sabar)

Saya juga lebih sensitif pada suami. Maunya dekaaat terus dengan suami. Malah pernah suatu waktu, saat tidur saya memunggungi Emir karena ingin dekat dengan suami. Yang lebih parah, saya merasakan perasaan yang kosong. Bagaimana ya menjelaskannya. Yang jelas saya merasa mengurus Emir, suami dan rumah hanyalah kewajiban. Tapi perasaan saya kosong, hampa, dan sepi. 

http://sharingdisini.com/2014/12/20/cara-menghindari-bahaya-baby-blues-syndrome-pada-ibu-baru/
Lalu, apakah ini semua baby blues? Saya tidak tahu. Barangkali pembaca lebih tahu. Saya benci dengan perasaan itu semua. Tidak nyaman rasanya. Untunglah perasaan ini tidak berangsur lama. Sebab saya sendiri tidak mau terkungkung lama dalam perasaan yang tidak mengenakkan itu.

Me time yang masih banyak

http://www.mywondermom.com/me-time-do-moms-need-it/
Sebenarnya saya masih dibantu mertua dan orang tua untuk mengurus Emir. Apalagi setelah pulang ke rumah sendiri, orang tua masih ikut serta. Jadi saya punya banyak waktu untuk sendiri. Saat mengalami perasaan tidak nyaman tadi, saya curhat pada suami. Barangkali semua perasaan itu akibat kebiasaan yang baru dan tidak biasanya. Mungkin juga saya tertekan karena terus memikirkan Emir. Jadi setelah perasaan itu perlahan sirna, saya mencoba untuk lebih santai melakukan segala sesuatunya. Mandi, makan, dan sebagainya. Bahkan kini saya masih sempat untuk menulis :)

Tapi biar bagaimanapun saya harus belajar untuk mandiri dan mengatur waktu, sebab orang tua tidak selamanya menemani saya di Surabaya. Apalagi ketika Emir sudah bisa bertingkah macam-macam nanti u_u

Lebih sensitif

http://www.vemale.com/relationship/love/49555-cara-mengenali-tanda-bahwa-dia-orang-sensitif.html
Semenjak jadi ibu bisa dibilang saya lebih sensitif. Apalagi jika itu menyangkut Emir. Saat Emir rewel, hidung tersumbat, atau kulitnya sensitif (baca: Lactacyd Liquid for Baby, Solusi Kulit Sensiif pada Bayi). Saya mulai kelabakkan, khawatir terjadi apa-apa. Langsung mencari-cari informasi. Padahal itu semua hal-hal yang wajar terjadi pada bayi-bayi yang baru lahir. 

Kepekaan


Tidak hanya dalam hubungan pernikahan butuh kepekaan (baca: 6 Sifat yang Harus Ada dalam Pernikahan). Setelah punya anak pun butuh kepekaan. Seperti mengetahui sebab anak menangis. Karena anak menangis bukan hanya ingin menyusu. Tapi bisa jadi karena dia tidak nyaman dengan popoknya yang basah. Atau karena dia tidak nyaman dengan hal lainnya seperti merasakan sakit pada bagian tubuh tertentu misalnya.

Hmm yah, itulah sekelumit cerita dari ibu baru. Maklumi saja hehe. Karena profesi baru yang sama sekali belum pernah dijalani jadi menimbulkan kebiasaan yang tidak biasanya. Smangat!

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

12 komentar:

  1. kebanyakan ibu-ibu muda terkena baby blues ya, Mak? semoga Mak Delina tetap sabar dan selalu memberikan yang terbaik bagi buah hati dan suami :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kalo yg saya alamin apa itu baby blues atau bukan sy jg blm tau mak hehe.
      Aamiin. Makasih do'anya mak :)

      Hapus
  2. Semangat selalu Mba. Makasih sudah berbagi.

    BalasHapus
  3. kadang-kadang masih merasa sangat lelah dan merasa sendiri.. kalo aku malahan sering sebel sma suami, apa2 yg dia kerjakan menurutku selalu salah heheheheh apa itu juga baby blues? Padahal anakku udah 1,5 tahun brarti toodler blues dong? wkwkwkwkwk #bercanda bund
    Salam kenal ya :) sepertinya setiap ibu baru pasti mengalami baby blues cuma tingkatannya yang berbeda :)

    Visit back my blog
    http://www.yeni-susanti.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sdh 1,5 tahun sepertinya sudah bukan baby blues hihi :v

      Salam kenal juga bun. Iya barangkali karena belum pengalaman ya bun :D

      Hapus
  4. saya juga pernah ngalamin seperti itu dulu.... :D
    sabar saja ya, nanti juga lama2 ilang sendiri kok. kalau perlu print artikel2 ttg baby blues trus tunjukin ke suami. supaya suami bisa memahami dan paham juga apa yg hrs dilakukan. tetap semangat yaaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bun, alhamdulillah skrg sih sdh hilang :) berkat sdh curhat sama suami juga hehe.

      Hapus
  5. Wah bund...... hiksss harus hebat ya jadi ibu muda...
    Btw saya udah pengen hamil tapi blm dikasi.. hehehe tulisan diatas wawasan bgt buat saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih. Smoga segera dberi ya bunda :)

      Hapus
  6. alhamdulilah..ga ada sensi ma cemburu2 itu he2.. cuma kecemasan wajar karena ketidakbtahuan ngerawat anak...

    masih muda banget sih... mahmud banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya karena anak pertama ya bun :)

      Hapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.