6 Sifat yang Harus Ada Dalam Pernikahan

Bulan Ramadhan mengingatkan saya pada suami. Hehe maklum, saya dilamar memang pas bulan puasa. Dan menikah setelah lebaran (baca: Jodoh yang Tak Pernah Terduga). Jadi tahun ini juga dibilang menjelang satu tahun pernikahan.



Benarlah apa kata pakar pernikahan juga orang tua, bahwa tidak ada yang namanya pernikahan mulus 100%. Dalam kehidupan rumah tangga selalu ada riak-riak masalah yang seringkali tidak terduga. Yang lucunya, justru datang dari hal-hal yang kecil. 

Sebenarnya, saya sudah paham bahwa rumah tangga memang seperti itu. Seringnya baca buku dan mengikuti seminar atau kajian tentang pernikahan dan rumah tangga membuat saya sedikit banyak jadi belajar. Tapi tentu saja, pada saat pelaksanaan nyatanya memang lebih berat. Malah tidak jarang apa yang sudah dipelajari justru menjadi buyar. Karena memang benar, tidak semudah yang dibayangkan.

Tapi juga, izinkan saya untuk mengambil hikmah. Menjelang satu tahun ini barangkali sifat-sifat seperti ini yang sekiranya dibutuhkan dalam rumah tangga.

1. Kepekaan
Setelah menikah, kita harus menyadari bahwa kita tidak lagi hidup sendiri. Kepekaan-kepekaan pada hal-hal kecil sangat dibutuhkan. Jika salah satu hanya menunggu, sementara yang lain tidak peka, bisa jadi akan menimbulkan permasalahan. Karenanya, suami istri perlu membicarakan tentang kebiasaan, apa yang disuka atau tidak. Dengan begitu untuk selanjutnya, suami istri sudah paham apa yang harus dilakukan tanpa perlu salah satu hanya diam dan menunggu. Jadi, jika ada yang mengganjal, sebaiknya dibicarakan.

2. Mengalah
Mengalah bukan berarti kalah. Barangkali kita sudah sering mendengar kalimat itu. Ya, mengalah di sini bukan bermaksud membuat diri jadi merasa kalah atau bersalah. Melainkan menekan ego untuk ketentraman rumah tangga. Jika salah satu dalam keadaan emosi marah, maka yang lain bisa memilih untuk diam. Api tidak bisa dilawan dengan api. Maka bijaksananya, salah satu harus mengalah. Jika semua emosi, maka hancurlah dunia. Yang ada hanya peperangan karena semua merasa benar.

3. Pendengar
Tak sekedar mendengarkan, namun pasangan suami istri juga perlu menjadi pendengar yang benar-benar mendengar. Dalam artian tidak hanya sekedar mendengar namun bermain dengan pikiran sendiri, melainkan mendengar seluruh kata-kata yang dibicarakan suami ataupun istri. Karena manusia pada dasarnya butuh untuk didengarkan. Tidak perlu memberi solusi, namun cukup untuk didengarkan saja, suami istri sudah merasa dihargai.

4. Perhatian
Ini sudah jelas ya. Namanya pasangan sudah pasti harus perhatian. Tidak perlu hal besar yang muluk-muluk, namun perhatian kecil seperti didengarkan tadi saja misalnya sudah cukup. Atau contoh lain membuatkan teh atau kopi di pagi hari untuk suami, memijat suami sepulang kerja, dan sebagainya.

5. Humoris
Mengapa sifat ini ada dalam daftar? Sebab dalam kehidupan pun kita masih perlu tertawa. Apalagi kehidupan rumah tangga yang tidak pernah usai dengan masalah. Sesekali diselingi dengan humor-humor ringan tidak ada salahnya. Jika suami atau istri mencoba berguyon, setidaknya berilah senyuman. Dengan begitu suami atau istri merasa bahagia dan dihargai.

6. Sabar
Lagi-lagi inilah sifat krusial yang tidak pernah tertinggal. Jika dasarnya hidup dan rumah tangga tidak ada yang tidak bermasalah, maka sabar adalah penolong pertamanya. Percaya saja, bahwa Tuhan selalu bersama orang-orang yang sabar. Dalam rumah tangga, sifat ini barangkali menjadi sifat utama yang harus ada. Saya percaya, orang tua kita yang masih bersama hingga saat ini, juga bertahan karena sifat sabarnya.

Hanya enam sifat yang saya jabarkan. Meski barangkali - seharusnya masih banyak sifat-sifat baik lain yang harus ada dalam rumah tangga. Pembaca mungkin mau menambahkan :)

Dengan demikian, pernikahan dan rumah tangga adalah masa perkenalan yang tak pernah usai. Karena selalu ada hal yang baru diketahui meski sudah lama bersama. Tak apa, selalu ada masalah di dalamnya, selama pasangan masih saling kompak untuk sama-sama terus memperbaiki diri.

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

2 komentar:

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.