Saya Nggak Percaya Mitos Ini!

Semua ibu baru kayaknya pernah mengalami ya yang namanya mitos setelah melahirkan. Mulai dari mitos-mitos buat si ibu sendiri, maupun mitos pada bayinya. Sayangnya karena kita dilahirkan dari orang tua yang kadang masih memegang tradisi, kita pun dihadapkan pada 'pemaksaan' untuk menerima mitos-mitos itu. Hal ini yang terasa menyebalkan. Apalagi bagi ibu-ibu muda kekinian seperti saya, yang mana zaman dan teknologi sudah lebih maju, jadi wajar kalau banyak yang nggak asal terima begitu saja. Termasuk saya pribadi yang anti banget menerima kalau itu ternyata cuma mitos hehe.

Baca punya Mbak Rosa:
Saya Nggak Percaya Mitos Ini!

Jadi, ini nih biasanya mitos ibu setelah melahirkan dan bayi yang nggak saya percayai.

Mitos ibu setelah melahirkan

Jangan makan pedas, nanti ASInya jadi pedas
Sebagai pencinta pedas, saya menolak mentah-mentah statement ini. Sebab apa? Sebab saya nggak yakin! Masa sih karena ibunya makan pedas lantas air susunya jadi ikut pedas. Saya pun cari-cari informasi yang terpercaya. 
Ahli laktasi menyarankan pada ibu yang sedang menyusui untuk tidak khawatir dikarenakan cita rasa asi tidak sama 100% dengan makanan yang anda konsumsi sehingga rasanya akan terasa samar atau hambar dan bertahan selama 8 jam.
sumber: http://bidanku.com/bolehkah-ibu-menyusui-makan-pedas
Dan terbukti, saat saya keukeuh tetap makan pedas, anak saya baik-baik saja. Bahkan menyusunya pun tetap lancar. Memang ada beberapa bayi yang bisa bereaksi diare ketika ibunya makan pedas, tapi Alhamdulillah ini tidak terjadi pada anak saya. 

Jangan makan/minum panas
Hihi lucu juga pas tahu ada nasihat ini. Yaiya siapa juga yang suka makan/minum panas, paling nggak - tunggu sampai hangatlah ya :D Tapi kalau disuruh makan nasi dingin atau makan makanan/minum minuman yang seharusnya hangat tapi harus tunggu sampai dingin, ya saya nggak suka juga. Karena semua pasti kan udah ada standarnya. Mana yang enak dimakan/diminum hangat, mana yang dingin. Tapi dulu lidahnya Emir sempet putih, jadilah setiap saya mau makan/minum yang hangat pasti disuruh nunggu sampai dingin dulu -_- Padahal lidah putih bukan karena sayanya makan/minum panas, tapi karena bekas sisa ASI yang belum dibersihkan.

Baca: 7 Keluhan yang Wajar Dialami oleh Bayi Baru Lahir

Jangan tidur siang setelah melahirkan, nanti darah putihnya naik
Waktu mau pulang dari rumah sakit setelah melahirkan, bidannya bilang di depan saya, suami, dan ibu mertua, "nanti istirahat ya Bu. Tidur siang nggak apa-apa. Kan malamnya ibu sudah begadang, jadi siangnya ibu harus istirahat supaya ASInya tetap lancar." Haha saya bahagia banget. Jadi saya nggak perlu lagi nerima mitos para orang tua dulu bahwa tidur siang setelah melahirkan itu nggak boleh karena darah putihnya naik. Cause itu cuma mitos ternyata! Dan bener aja, awal-awal saya sering begadang. Alhamdulillah, siangnya bisa tidur karena nggak ada yang melarang 😁

Jangan makan telur, ayam, ikan, nanti anaknya alergi
Separuh mitos, separuh ada benarnya sih. Karena ada beberapa bayi yang memang bisa berpengaruh dari apa yang dimakan ibunya yang memberi ASI. Emir juga pernah kulitnya merah-merah kayak alergi gitu. Akhirnya saya disuruh stop makan telur, ayam, ikan. Keyakinan saya sih bukan karena apa yang saya makan, tapi bisa jadi karena sabun atau produk kulit yang dipakai Emir. Ya bener aja, pas saya ganti merek semua produk kulitnya dan saya coba makan telur, ayam, ikan, kulit Emir baik-baik aja dan nggak merah-merah lagi. So, kesimpulannya alergi itu tidak bisa langsung disimpulkan. Bahkan harus dibawa ke dokter anak atau kulit dulu. Kalau memang mau menyimpulkan sendiri, coba dicek semua produk yang dipakai untuk kulit bayinya, atau cek makanan ibunya dalam waktu beberapa hari 😊


Mitos bayi baru lahir 

Bayi baru lahir harus pakai gurita
Kalau ini mitos buat bayinya. Katanya bayi baru lahir harus pakai gurita biar perutnya nggak buncit. Emir juga dipakein sih. Tapi sebenarnya saya udah dibilangin sama pihak rumah sakit kalau gurita itu nggak perlu karena bisa bikin bayi sesak nafas apalagi kalau pakainya kekencangan. Dan ternyata gurita ini memang benar nggak perlu. Untung aja Emir juga nggak lama-lama pakai guritanya hehe.
Pemakaian gurita malah sebaiknya dihindari karena membuat bayi Anda susah bernapas. Pasalnya, pada awal kehidupan, bayi bernapas dengan menggunakan pernapasan perut sebelum ia belajar menggunakan pernapasan dada. Pemakaian gurita yang menekan perut bisa membatasi jumlah udara yang dihirupnya.
sumber: http://www.parenting.co.id/bayi/5+mitos+bayi+baru+lahir 
Bedong bayi supaya kakinya lurus
Terlepas ini mitos, Emir juga pakai bedong sih. Karena ternyata bedong pun sekarang nggak cukup perlu. Kalau soal biar kakinya lurus, itu sebenarnya tidak ada. Karena kaki bayi akan lurus dengan sendirinya tanpa bedong pun. Jadi saya lebih mikir kalau bedong hanya untuk menghangatkan si bayi supaya dia lebih nyaman.
Membedong anak sekuat mungkin tidak ada hubungannya sama sekali untuk meluruskan kaki bayi. Semua kaki bayi memang bengkok pada awalnya. Hal ini berkaitan dengan posisi bayi yang meringkuk di dalam rahim. Nanti, dengan semakin kuatnya tulang anak dan kian besarnya keinginan untuk bisa berjalan, kaki anak akan lempeng sendiri. Perkembangan fisiologis kaki memang seperti itu.
sumber: http://www.parenting.co.id/bayi/5+mitos+bayi+baru+lahir
Yap. Kira-kira itu aja sih mitos-mitos yang pernah saya terima dan nggak saya percaya. Meskipun mertua dan orang tua termasuk yang masih menganut mitos-mitos di atas, untungnya mereka masih mau menerima masukkan dari anaknya yang keras kepala ini hehe. Kalau ada yang kurang tepat, biasanya saya tetap kasih tahu atau keras kepala untuk tidak melakukan. Hasilnya ya Alhamdulillah mereka bisa menerima kok :)) So, saya kepingin pas adiknya Emir nanti saya nggak ketemu mitos-mitos lagi. Dan berharap kalau orang-orang di sekitar sudah berpengalaman dengan Emir sebelumnya 😊

Bunda sendiri, apa aja sih mitos yang nggak dipercayai?

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

2 komentar:

  1. Makasih sharingnyaa mbak, ketawa-ketawa sendiri bacanya wkwkwkw
    aku masih percaya mitos yang makan-makanan pedas mbaak wkwkw karena ponakan langsung diare begitu ibunya makan yg pedas. :" hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ada beberapa kejadian memang yang bayinya terpengaruh dr apa yg dimakan ibunya

      Hapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.