Semangat dan Tekad Kuat Ibu untuk Menyusui

Saya ikut sedih kalau ada teman yang mengeluh karena saat baru melahirkan, air susunya keluar sedikit. Padahal hal itu memang wajar bagi ibu yang baru melahirkan apalagi baru pertama kalinya. Tapi saya akan lebih sedih kalau mereka menyerah begitu saja, lalu memutuskan memberikan susu formula pada bayinya :(

Saya nggak akan bicara tentang ASI vs susu formula, tapi yang saya tekankan di sini adalah bahwa saya yakin setiap ibu sejatinya bisa menyusui dan memberi ASI. Apalagi kalau ibu tersebut memang sehat dan tidak punya riwayat penyakit. Sayang kalau tidak diusahakan. Seorang ibu memang harus punya niat kuat sejak awal untuk menyusui agar ASI yang dihasilkannya pun bisa keluar dan lancar.

Perjuangan itu masih terbayang

Saya pernah cerita bagaimana dulu awal perjuangan saya untuk menyusui (baca: Ceritaku tentang ASI). Demi bisa memberi ASI, saya harus keras kepala untuk menanamkan dalam diri bahwa saya bisa menyusui bayi saya. Kalau dulu saat baru melahirkan saya menyerah dan pasrah begitu saja, mungkin saya tidak akan pernah merasakan bagaimana rasanya menyusui. Bagaimana bahagianya melihat anak bisa mendapatkan sari terbaik dalam hidupnya. 

Makanya kalau ada teman yang mengeluh, sebisa mungkin saya akan bagikan pengalaman saya yang tidak jauh berbeda dengan mereka, ASI yang tidak langsung keluar. 

Saat baru melahirkan saya menyusui bayi saya langsung. Tidak peduli ada air susunya atau tidak. Hari kedua masih sama, saya tetap menyusui Emir. Hari ketiga, barulah keluar cairan bening yang baru saya ketahui namanya kolostrum. Yakni susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu dalam tahap akhir kehamilan dan beberapa hari setelah kelahiran bayi.

Begitu sampai di rumah, Emir justru tidak mau menyusu sama sekali. Tapi saya tetap skin to skin agar Emir bisa merangsang air susu saya untuk keluar. Ya, proses skin to skin inilah yang dibutuhkan. Karena ASI adalah supply and demand, permintaan sesuai kebutuhan. Dan hisapan bayi itulah yang akan merangsang air susu si ibu untuk keluar. Semakin sering dihisap, maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan.

Ikhtiar lain yang saya lakukan dulu supaya ASI keluar, makan kacang-kacangan, sayur-sayuran hijau seperti bayam, kangkung, katuk. Bahkan sampai rela meminum jamu yang pahitnya minta ampun. Tapi sekali lagi, itu semua demi bisa menyusui. Dan Alhamdulillah setelah minum jamu ASI saya langsung keluar deras.

ASI Booster

Tapi sekarang sih, tidak perlu lagi minum jamu pahit seperti itu. Sudah ada yang lebih enak, yaitu ASI Booster Tea. ASI Booster Tea ini adalah minuman teh pelancar ASI alami pertama di Indonesia yang bisa meningkatkan jumlah ASI hingga 900% hanya dalam waktu 24 Jam. Keunggulannya sendiri: 
  • Melancarkan ASI hingga 900% dalam waktu 24 Jam – 72 jam
  • 100% herbal yang aman untuk ibu dan bayi
  • Lebih ekonomis, tanpa konsumsi susu formula
  • Sudah dikonsumsi jutaan ibu menyusui

Apa yang membuat ASI Booster Tea bisa lebih unggul dari pelancar asi lainnya? Karena ASI Booster Tea diracik secara tidak main-main, dengan komposisi takaran bahan yang benar-benar tepat dan presisi. Sehingga begitu ampuh melimpahkan ASI sekaligus benar-benar aman bagi ibu dan bayinya. Ini terlihat dari komposisinya  yang terbuat dari bahan alami (herbal) dengan komposisi Fenugreek seed, fenugreek powder, FENNEL SEEDS,Fennel powder, ANISE, cinnam venum, alpinia powder, dan habbatussauda.
Cara membuatnya pun mudah. Tonton video berikut: https://youtu.be/SIcbKLAWjig. ASI Booster Tea bisa langsung diminum biasa, ditambah gula, madu, krimer. Bisa juga dibuat campuran minuman kesayangan dengan dicampur jus, susu, dibuat milkshake.

Semangat dan tekad kuat ibu untuk menyusui

Selain booster ASI yang sudah disebutkan di atas, support pasangan dan keluarga pun bisa menjadi booster yang baik. Tapi yang terpenting dari itu semua adalah kembali lagi ke tekad yang kuat dari seorang ibu untuk menyusui bayinya. Jauhi yang namanya prasangka buruk tidak bisa menyusui dan tanamkan keyakinan bahwa kita pasti bisa menyusui dan memberi ASI. Serta ciptakan rasa bahagia dan pikiran positif dalam diri demi bayi mungil yang ada di hadapan kita. Insya Allah, dengan tekad yang kuat, Allah dan bayi yang suci itu akan membantu kita untuk tetap semangat agar bisa menyusui dan memberi ASI.

Sekali lagi, semangat dan jangan pantang menyerah. Kita pasti bisa menyusui. Memberi ASI yang terbaik untuk anak kita :)

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

6 komentar:

  1. Aku janji deh mau makan apapun demi biar asiku banyak... Tapi plis, jangan jamu :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya gausah, jamunya ga enak >_<

      Hapus
  2. Aku uda nyobain teh ini mbak, efek lain yang aku suka adalah badan kita jadi ga bau amis (bau darah nifas), pas minum teh ini aku ngerasanya keringat jadi wangi rempah gt.... aku si suka.... bbrp orang kaya suamiku gt ga terlalu suka bau rempahnya, kaya jamu kata dia. Tapi drpd bau amis mending bau rempah banget.... :)

    BalasHapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.