Menyusui dengan Keras Kepala

"Menyusui dengan keras kepala." Ungkapan ini sebenernya punya entah siapa, yang jelas saya dapat dari tulisan dari Mak Echa. Gara-gara kalimat ini saya jadi ingat pengalaman sendiri yang juga sangat keras kepala untuk menyusui.

Saya pernah cerita di postingan Ceritaku Tentang ASI, Tips, dan Berbagai Manfaat ASI, dari Emir lahir saya memang sudah keras kepala sekali mau menyusui anak saya langsung. Bagaimanapun caranya, anak saya harus ASI ekslusif sampai dua tahun. Alhamdulillah, rumah sakit tempat saya melahirkan dan keluarga juga sangat pro ASI. Makanya, saat satu dua hari dulu ASI saya belum keluar, mereka justru memaklumi dan terus mensupport. Sampai-sampai saya rela minum jamu pahit setelah melahirkan yang juga bisa melancarkan ASI. Yes, semua demi anak, saya lakukan. Sekali lagi karena saya ingin menyusui dengan keras kepala.
via pixabay

Menyusui dengan Keras Kepala

Hingga kini semua masih berjalan sempurna. Emir masih ASI ekslusif dan tidak sehari pun pernah minum susu formula. Bahkan sampai saya hamil sekarang pun, saya masih keras kepala menyusui. Tidak peduli dengan berbagai mitos-mitos dan pantangan yang ada, saya tidak pernah peduli. Sekali lagi, yang penting saya tetap harus menyusui. 

Pernah Emir sakit panas, karena panasnya naik turun dan saat itu di lingkungan rumah kami lagi musim sakit demam berdarah, kami pun bawa Emir ke rumah sakit. Setelah diperiksa dan dicek darah, semua normal. Hanya ada masalah pencernaan sedikit, jadilah tetap diresepi obat. Dilalah, pas nyampe rumah, saya dan suami malah memutuskan supaya tidak diminum obatnya dan memilih untuk digenjot pakai ASI dan dikompres saja. Alhamdulillah panasnya turun dan sembuh.

Terus baru dua minggu lalu Emir juga batuk-batuk. Saya dan suami pun juga memilih cara alami. Dijemur dan digenjot ASInya. Sempat membaik satu dua hari, tapi nggak lama malah semakin parah batuknya. Terpaksalah kami bawa ke rumah sakit karena takut Emir kenapa-napa dan batuknya pun sudah lewat dari seminggu. Akhirnya terpaksa saya dan suami harus merelakan Emir minum obat, tapi saya bahagia Emir mau menyusu lagi seperti biasa.

ASI yang terbaik

Begitulah, saya dan suami sangat percaya ASI itu terbaik dan obat paling baik. Tapi terkadang orang-orang sekitar kami yang justru sangat worry. Bahkan sempat pas lagi batuk, ibu saya nyuruh supaya Emir dikasih susu formula saja karena tidak mau menyusu. Untungnya saya keukeuh tidak mau dan masih percaya bahwa ASI tetap yang terbaik. Sedangkan Emir tidak mau menyusu, mungkin karena tenggorokannya lagi kurang enak. Terbukti kan, setelah sembuh semua kembali ke semula. Emir lancar menyusu lagi.

Bukan baru-baru ini saya mengetahui tentang ASI dan manfaatnya. Sudah dari hamil dulu saya banyak baca-baca referensi. Makanya saat melahirkan, sengaja saya pasang tekad sekuat mungkin bahwa anak saya harus minum ASI ekslusif sampai dua tahun. Niat kuat ini pun akan terus saya pegang sampai anak kedua saya lahir nanti. Bahkan sampai anak ketiga, keempat, dan seterusnya. Ups 😁

Biarlah saya harus menerima omongan tidak enak tentang mitos-mitos menyusui. Biarlah saya harus menata pikiran agar ASI tetap melimpah. Biarlah saya lelah karena harus terbangun setiap malam untuk menyusui. Biarlah saya capek menyusui selama hamil. Biarlah nanti saya harus menyusui dua bayi. Yang penting anak-anak saya harus tetap minum ASI ekslusif. Dan yang terpenting, karena saya percaya bahwa ASI adalah yang terbaik dan obat paling baik untuk segala penyakit. 

Karenanya, saya akan tetap menyusui dengan keras kepala. Terima kasih Mak Echa atas inspirasinya 😊

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

6 komentar:

  1. Kadang, aku sedih banyak yang nyerah gitu sama keadaan ya wes lah g usah ngasi daripada nanti malah bikin stress. Pdahal kalau mereka mau usaha lebih keras kepala lagi sampe bikin teguh hati pasti bisa. Dibandingkan aku yang sakitan gitu maksudnya sampe di rs aja nyusui :"). Duh sedih tapi bangga juga :").

    Sehat2 yo :* nanti pasti derasssssssssss itu asine

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Mak. Akupun kl ada temen baru lahiran sebisa mungkin aku support buat ngASI. Karena emang ga ada yg nandingin ASI ya :')

      Hapus
  2. Mitos menyusui pasti banyak banget, apalagi buat yang tinggal di jawa. :D biasanya orang2 sekitar jadi lebih riweuh dibanding si ibu sendiri. dijalani aja, mba. woles.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, aku bawa woles aja. Kalo diturutin mah pegel hati hihi

      Hapus
  3. Semangat mak Ade!
    Anakku juga masih ASI udah 3 taun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah 3 th masih menyusui 😍

      Hapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.