Keterbukaan dan Evaluasi dalam Rumah Tangga

Ada yang tertinggal dari postingan 6 Sifat yang Harus Ada dalam Pernikahan, yakni sifat Keterbukaan. Hehe mohon maaf karena baru terpikir beberapa hari yang lalu. Jadi disimpulkan ada 7 sifat ya. 

Mengapa keterbukaan? Karena menurut saya dalam pernikahan sifat ini tidak kalah penting. Ketika pernikahan telah mengubah aku dan kamu menjadi kita, maka seyogyanya tidak ada lagi yang harus ditutup-tutupi. Jika tujuan menikah adalah menyatukan dua insan, maka apa lagi yang mesti dikhawatirkan? Jika menikah karena memang saling mencintai, mengapa harus takut untuk mengungkapkan segala isi hati? Bahkan orang tertutup sekalipun sejatinya ingin didengarkan.

Menjelang satu tahun pernikahan ini, saya jadi lebih banyak introspeksi diri. Apa saja yang sudah saya dan suami lewati. Mulai dari kebahagiaan hingga masalah-masalah yang tidak jarang memicu perdebatan, kekecewaan, bahkan kesedihan. Kembali lagi, jika tidak ada sifat saling keterbukaan, maka sampai kapanpun kami tidak akan saling tahu apa yang dirasa dan mengganjal di hati satu sama lain. 


Karenanya, saya selalu ingin untuk tidak menyimpan isi hati sendirian. Ketika datang masalah sekalipun terlihat kecil dan sepele, maka harus cepat-cepat diselesaikan. Ada yang dirasa mengganjal harus segera diungkapkan. Hal-hal seperti itu yang saya tekankan pada suami. Alhamdulillah, hingga kini semua berjalan dengan baik.

Percayalah, bahwa jika dalam kehidupan saja kita selalu butuh evaluasi, maka apa lagi dengan rumah tangga. Kehidupan yang selalu diidamkan untuk dijalani cukup dengan seorang dalam seumur hidup kita. Pada akhirnya evaluasi bukan hanya untuk bahan introspeksi diri, tapi juga menanamkan sifat keterbukaan untuk saling mendengarkan satu sama lain. Saling menghargai jasa dan keberadaan pasangan.

Ah saya yang masih anak-anak dan sok tahu ini hanyalah ingin berbagi. Lagi-lagi menjelang satu tahun ini, karenanya saya jadi banyak belajar. Rumah tangga memang tidak mudah, namun saya percaya, jika diri dan pasangan selalu mau melakukan evaluasi, maka perjalanan jadi lebih terasa mudah. Karena sama-sama mau introspeksi diri untuk saling membahagiakan juga membuat ketentraman dalam rumah tangga.

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.