[Surat untuk Elis] Dari Bunda yang Ingin Bercerita

Elis...
Maafkan Bunda ya Nak yang jarang sekali cerita tentang Elis di blog ini. Padahal dulu Bunda pengen banget pas Elis lahir, Bunda tulis semua perkembangan Elis. Tapi apa daya, sama seperti janji Bunda dulu saat kakak Emir lahir, sekarang pun Bunda baru sempat menulis tentang Elis setelah Elis sudah bulat 4 bulan. Ya, hanya selang satu bulan dari Kakak Emir dulu. 


Jadi sekalian aja Bunda tulis perkembangan Elis dalam bentuk surat. Karena Bunda juga pengen banyak cerita di sini. 
via Pixabay
Elis...
Bunda cerita dari awal nggak apa-apa ya Nak. Dari mulai hamil Elis, sampai Elis sudah lahir dan 4 bulan sekarang 😊

Elis...
Maafkan Bunda ya, kalau Bunda harus mengakui bahwa kehadiran Elis dulu sempat tidak Bunda inginkan. Gimana enggak, kalau kakak Emir saat itu masih 6 bulan Nak. Masih terlalu kecil untuk punya adik. 
Tapi apa daya, garis dua sudah positif, dokter pun sudah meyakinkan di layar USG bahwa kantung janin sudah terlihat. Maka hanya ayah yang menguatkan, bahwa kehadiran Elis harus kita terima. Supaya kandungan Bunda tetap sehat sampai melahirkan nanti. Karena kalau tidak diterima, bukan tidak mungkin Allah akan marah dengan segala caranya. Naudzubillah.
Lagi pula Bunda bahagia, karena ternyata prediksi saat itu Bunda akan punya anak perempuan 😍

Elis...
Hamil Elis sebenarnya Bunda tidak merasa susah. Karena Elis pintar. Tidak membuat Bunda mual sampai level parah. Pernah sih, tapi itu jarang sekali. Yang pasti, mual itu tidak membuat Bunda kehilangan nafsu makan. 
Mungkin Allah memang sudah kasih jalan. Karena saat hamil Elis, Bunda masih menyusui kakak Emir. Iya walaupun Bunda hamil, niat Bunda untuk tetap menyusui kakak Emir sangat kuat sampai Kakak dua tahun nanti. Insya Allah. 


Elis...
Seperti yang Bunda bilang, hamil Elis nggak susah. Tapi Bunda akui bahwa Bunda menjalani kehamilan Elis cukup berat. Karena saat itu Bunda tetap harus mengurus kakak Emir. Yang mana saat itu kakak lagi fase pertama kali makan alias MPASI. Kakak juga lagi aktif-aktifnya. 
Semakin ke sini, saat perut Bunda semakin besar, Bunda mulai sering kecapekan. Untung saja ayahmu adalah ayah yang selalu siaga. Kalau Bunda capek, disuruhlah istirahat. Dan ayah yang pegang kakak. 
Nggak jarang Bunda juga ngerasain kontraksi saat menyusui kakak. Orang-orang sekitar mulai menghasut Bunda supaya mau memberi kakak Emir susu formula. Tapi Bunda keukeuh nggak mau. Biarlah, toh Bunda masih merasa mampu. Dan kontraksi itu hanya palsu, yang hilang kalau dibawa istirahat. 

Elis...
Tibalah tanggal 8 Juni 2017. Pukul 15.45 Elis lahir. Nggak butuh waktu lama, dari jam 8 pagi sudah pembukaan 3, sore itu Elis langsung lahir. Masya Allah. Bunda takjub sendiri. Rasanya baru kemarin Bunda pegang bayi merah. Sekarang Bunda sudah dikaruniai bayi merah lagi. 


Elis...
Bunda kira setelah melahirkan Bunda akan tenang. Ternyata Bunda harus mengalami drama kontraksi hampir seminggu lebih. Yang membuat Bunda tidak bisa menyusui kakak dan Elis. Alhasil Bunda harus mengikhlaskan kakak diberi susu tambahan, dan membiarkan Elis menangis dan hanya digendong Mimih 😥
Maafkan Bunda ya Nak. Tapi saat itu Bunda benar-benar tidak tahan dengan rasa sakitnya. Luar biasa. Rasanya seperti sakit mau melahirkan, hiks. Melebihi malah 😭
Untunglah drama itu tidak lama. Karena setelah dikasih obat dari dokter, Alhamdulillah perlahan-lahan kontraksinya hilang. 

Elis...
Saat Elis lahir, Bunda justru bersyukur berkali-kali lipat sama Allah. Memang ya, Allah itu selalu punya rencana yang sangat cantik. Saat melihat kakak dan Elis tidur, Bunda rasanya bahagia melihat Bunda sekarang punya dua anak. Yang dua-duanya masih bayi. Bayi besar dan kecil. Bahkan saat melihat kakak pertama kali cium Elis, Bunda terharu. Kakak seperti mengerti bahwa ia sudah punya adik. Dan menyayanginya. 

Elis...
Sekarang Elis sudah 4 bulan. Sudah mulai bawel ngoceh-ngoceh hehe. Sudah bisa miring, tengkurap, dan mulai boros tidurnya hihi.
Elis kelihatannya mau main ya sama kakak. Karena Bunda lihat, Elis jarang mau tiduran kalau kakak lagi main. Maunya Bunda dudukkin di pangkuan Bunda. Mau lihat kakak main ya Nak? 😁
Pas Elis satu bulan, Elis mulai bisa melihat dunia meskipun belum terlalu jelas. 
Dua bulan, barulah lebih jelas. Bunda dan ayah pun memberi Elis mainan berwarna yang digantung seperti punya kakak dulu. 
Tiga bulan, Elis mulai bisa diajak bercanda. Dan empat bulan sekarang semakin bisa diajak bermain dan tertawa 😁

Elis...
Sering Bunda merasa bersalah. Ada kalanya Bunda lebih perhatian ke kakak dan mengabaikan Elis sementara meskipun Elis sudah nangis. Tapi itu juga sama. Ada kalanya Bunda merasa bersalah ke kakak karena membiarkannya menangis disaat Elis sedang menyusu. Jadi, Bunda kembali ingat perasaan bersalah sama kakak dulu saat hamil Elis. 
Ah tapi, bukankah Allah selalu punya rencana yang cantik? 
Ya. Waktu Bunda kerepotan mengurus kakak dan Elis di saat nenek harus pulang, dan ayah kerja, Allah kirimkan seorang ibu yang mau menjadi asisten Bunda untuk mengurus kalian. 
Namanya Bu Nur. Bu Nur sangat baik pada kalian. Bahkan beliau masih bisa mengerjakan yang lain ya. Seperti bersih-bersih rumah dan mencuci baju kita. Alhamdulillah. 

Elis...
Doa Bunda selalu pada Allah, tumbuhlah menjadi wanita yang sholehah. Anggun. Yang tidak hanya cantik fisiknya, tapi juga cantik hatinya. Dan menyejukkan hati orang tuanya. 
Bunda tidak minta muluk-muluk. Hanya ingin Elis selalu tumbuh dan berkembang dengan baik serta selalu sehat. 

Maafkan Bunda ya Nak. Bunda masih banyak sekali kesalahan. Kadang juga masih tidak sabar 😥 Tapi percayalah Nak, bahwa Bunda tetap seorang ibu yang ingin menjadi yang terbaik untuk anaknya. 

Nak, kamu sudah menangis. Minta perhatian Bunda ya hihi. Baiklah, kalau begitu, Bunda cukupkan dulu suratnya sampai di sini. 

Bunda sayang Elis. Bunda senang lihat wajah Elis, senyum Elis, dan tingkah-tingkahmu yang menggemaskan. Saat Elis tidur, Bunda juga selalu mencium Elis dan bilang, 

Bunda sayang Elis 😊

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

8 komentar:

  1. aiih, manis banget ^^ salam dari kakak kekey sm raynor di sini, ya adik elis n emir ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah wa'alaikumsalam. Salam balik dari Kakak Emir dan Elis ya kakak-kakak

      Hapus
  2. Zaman anak pertama dulu rajin nulis, tapi sekarang sudah aku off blognya mbak. Yg anak kedua malah hampir gak pernah nulis huhuhu. WEs gak sempet...
    Masa harus nulis anak ketiga? #eeeeh :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ada blognya sendiri ya? Keren. Kalo aku cukup di satu blog ini ajalah hihi. Dulu sempet kepikiran begitu, punya blog khusus Emir. Tapi mikir lagi, masa tar anak kedua, dst bikin blog baru hihi

      Hapus
  3. Rajin ia ibu satu ini, istri saya kebetulan anak DKV tapi ane ajarin tentang ngeblog susahnya minta ampun akhrinya ane arahin ke YT :D walau cuma akhir pekan buat Vidio satu .

    BalasHapus
  4. Semangaaaat...walau saya bisa bayangkan keribetannya, insya allah, Allah Ta'ala akan selalu kasih kemudahan. Saya waktu anak masih satu, iiiih gak kebayang kalo punya anak dua atau tiga. Satu aja rempong. Skrg dikasih titipan tiga bocah kecil, yo pido ae komentar e: rempong. Balik ke yg tadi, selalu ada aja kemudahannya di setiap masalah yang timbul.

    Kayaknya asyik jg nulis kayak gini. Jadi inget film kuch kuch hota hai yg kirim surat buat anaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak bener. Kalo Allah sudah kasih, maka Allah juga yang beri kemudahannya.

      Ayo bikin Mbak, buat 3 anak berarti hehe.

      Hapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.