Yang Harus Dilakukan Suami Saat Mendampingi Istri Melahirkan

Sejak hamil Emir dulu, saya sudah bertekad mau ditemenin suami pas lahiran. Pokoknya nggak mau sendirian. Karena ngebayanginnya kayak serem aja gitu kalo harus bersusah payah sendirian 🙈 Walaupun pas detik-detik mau melahirkan Elis saya ketakutan karena suami sempet izin pulang untuk sholat ashar. Tapi alhamdulillah, sampai suami balik, saya belum melahirkan hehe.
via Pixabay
Makanya saya suka sedih kalo ada cerita suami yang takut mendampingi istri saat melahirkan. Apapun alasannya, rasanya kok ya gimana gitu. Apalagi mereka kan laki-laki, masa sih penakut. Ya iya sih takut itu nggak memandang gender, tapi masa iya soal istri apalagi yang notabene mau melahirkan anaknya sendiri masih mau egois juga dengan alasan takut. Haa kok jadi emosi gini nulisnya haha. Maaf ya 😁

Sebenernya bagi para istri khususnya saya sendiri, alasan mau didampingi itu simpel aja, supaya kita jadi lebih kuat. Apalagi ini kan mau menghadapi rasa sakit, percayalah dengan didampingi suami yang tercinta, itu akan menambah kekuatan bagi kita. Betul nggak Buibu? 😁 Ya terlepas dari ada ibu yang malah tidak mau didampingi siapapun karena malu, seperti ibu saya hehe. Dan terlepas dari metode operasi caesar yang beberapa memang tidak boleh didampingi siapapun.

Yang harus dilakukan suami saat mendampingi istri melahirkan

Bagi saya, suami yang mau mendampingi istri melahirkan itu tugasnya juga simpel cuma harus lebih kuat daripada istri. Udah itu aja. Tugas yang selainnya yaitu: 
  • 🙅 Don't panic
Ini nih step pertama yang dimaksud suami harus lebih kuat. Saat istri tiba-tiba bilang sakit misalnya, jangan panik. Observasi dulu sakitnya kayak apa. Apakah kontraksi palsu, atau terus-terusan. Pokoknya ajak istri istirahat dulu, supaya kita bisa berpikir jernih. Entah ambilkan minum, atau langsung pergi ke bidan atau rumah sakit terdekat kalau memang kontraksi datangnya terus menerus. Demikian pula kalau istri keluar darah atau air ketuban. Karena kalau suami panik, istri juga bisa ikutan panik. Akhirnya malah tidak ada yang bisa berpikir jernih.

  • ❤️ Elus punggung dan pijit-pijit kaki istri
Kalau memang sudah mau melahirkan, saat istri merasakan kontraksi, elus-elus punggungnya. Pijit-pijit kakinya. Pokoknya bikin istri nyaman supaya nggak fokus sama rasa sakitnya. Ya walaupun sebenernya tetep terasa sakit sih hehe, tapi minimal dengan sentuhan suami, membuat istri jadi lebih rileks menghadapi sakitnya.

  • ✊ Ajari tarik nafas, buang nafas
Yang tak kalah penting adalah bukan banyaknya kata yang harus diucapkan suami saat istri mau melahirkan, tapi harus dengan tindakan. Saat istri kontraksi, ajari dia untuk tarik nafas panjang, buang pelan-pelan lewat mulut. Nah ini bukan dengan kata-kata ya. Tapi suami juga harus mempraktekkan metode itu. Supaya istri bisa melihat langsung apa yang harus dia lakukan saat sakitnya datang.

  • 🙏 Berdzikir, berdoa
Temani juga istri untuk tidak lepas dari dzikir dan doa. Ya... sembari elus-elus, pijit-pijit, mari ajak istri untuk berdzikir bareng, doa bareng supaya proses persalinannya lancar. Karena hanya kepadaNya lah kita bisa meminta kekuatan. Bukankah memang tidak ada daya dan upaya tanpa pertolonganNya? 😇
https://inspirasiarticle.wordpress.com/2014/06/06/dzikir-laa-haula-walaa-quwwata-illa-billaahil-aliyyil-azhiim/
Saya rasa apapun metode yang dipilih, langkahnya akan sama saja. Intinya ya itu tadi, dengan didampingi, istri bisa menjadi lebih kuat. Makanya mungkin di sinilah peran suami untuk ikutan belajar saat istri masih hamil. Bukan hanya tentang ilmu parentingnya atau cara menyiapkan makanan pun menu bekal anak, tapi justru yang pertama kali harus dipahami adalah cara bagaimana agar suami bisa mendampingi istri saat hamil sampai detik-detik proses persalinan 😊

  • 💕 Kecup kening istri dan katakan terima kasih
Dan terakhir, ini step yang terpenting. Saat bayi sudah lahir, kecuplah kening istri dan katakan terima kasih padanya. Dijamin istri akan makin kuat cintanya pada suami *ciye. Karena artinya suami menyadari, bahwa dari rahim dan rasa sakit istrinyalah darah dagingnya yang mungil itu lahir 😊

Oke, selamat menemani dengan cinta 💞

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

5 komentar:

  1. Di dampingi suami saat melahirkan itu support yg luar biasa

    BalasHapus
  2. Tapi ada juga RS yang ngelarang suami ndampingi persalinan lho bahkan dari bukaan belum lengkap aja suami disuruh nunggu di luar ruangan.

    Untungnya suamiku gak takutan bahkan dia berani nengok ke bawah liat bayinya sampe mana, wkwk. Tapiii yang ke dua kemaren karena aku keliatan santai dan gak kesakitan, pas kontraksi malah disambi streaming bola, ggrrrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha maaf ya Mbak aku ketawa dulu 🙈
      Iya sedih juga sih kalo ada RS yang nglarang begitu. Duh, aku mah ga kuat kali ya kl ga ditemenin 🙈

      Hapus
  3. Saya juga gak mau lahiran sendiri, pokoknya suami harus dampingi. Dia udah mulai membayangkan, sih...kalau misal pas dia kerja, gimana? Hihi. Pokoknya kudu temenin, biar tenang dan kuat 😊

    BalasHapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.