Pengalaman KB dengan Nova T 380

Punya anak kedua saat anak pertama masih kecil itu hal yang nggak mudah. Setidaknya itu yang saya rasakan. Yes, saya bersyukur Allah memberikan amanah kedua begitu cepat, tapi nggak bisa saya pungkiri juga, bahwa seringkali kekhawatiran-kekhawatiran bersikap tidak adil masih ada. Makanya, atas dasar itu saya dan suami memutuskan untuk program Keluarga  Berencana atau KB. 

Jujur setelah anak pertama lahir, saya takut banget untuk KB. Mau KB suntik pun takut. Apalagi KB IUD, yang mana artinya, saya harus dirogoh-rogoh lagi dalemnya. Apa ya istilahnya, diubek-ubek lagi gitu. Ah pokoknya ngertilah ya 😄  Namanya juga habis melahirkan kan ya, masih ada rasa trauma kalau harus diapa-apain lagi. Kalau untuk KB pil tidak ada dalam pilihan saya, karena kabarnya pengaruh ke ASI, karena ASInya bisa-bisa tidak keluar. Jadilah waktu itu kesundulan hihi. Padahal saya dan suami mikirnya bisa kayak ibu kita yang KB alami dengan menyusui, dan jarak antara anak pertama kedua selisih dua tahun.

Baca: Ya, Saya Positif Hamil (Lagi)

Maka itu, setelah anak kedua lahir, dan sudah merasakan betapa repotnya mengurus dua anak bayi, mau tidak mau saya harus berani untuk KB. Ikhtiar ini dimaksudkan untuk memberi jarak  antara anak kedua dan ketiga saja. Dan alat yang kami pilih adalah KB IUD Nova T 380. Saya tetap pilih ini karena resiko kehamilannya sangat kecil dan tidak pengaruh ke hormonal. Oke, Bismillah.


Pasang alat KB Nova T 380

Tanggal 13 Juli 2017 saya ke dokter kandungan langganan. Padahal saat itu, nifas sudah selesai dan belum haid. Kata orang sih, kalau lagi nggak haid, bisa sakit pas dipasang. Tapi karena saya nggak mau nunda kelamaan, saya beraniin diri buat tetap pasang. Lagi pula sebelumnya, saya sudah tanya dokter via WhatsApp dan dokter bilang bisa pasang kalau nifas sudah tinggal sedikit atau selesai.

Begitu sampai rumah sakit, tetap aja ada rasa tegang 😄 Apalagi ibu saya terus-terusan bilang, "banyak-banyakkin doa biar nggak sakit." Huhu.

Pas masuk ruangan dokter, makin tegang. Tapi dokter saya terus meyakinkan kalau nggak akan sakit meskipun lagi nggak ada darah yang keluar. Bismillah, saya pun diUSG dulu buat ngecek kondisi rahim. Terus pindah ke tempat pemasangan. Nah di sini mulai tegang lagi 😂 Tapi saya terus menyugesti diri biar tetap rileks supaya nggak sakit.

Pertama dipasang alat ini nih buat ngebuka jalan masuk alat KBnya.
credit: http://www.adrianadian.com/2013/10/bagaimana-rasanya-pertama-kali.html
Baru deh bisa dipasang Nova T 380 nya. Alat KB ini memang yang paling bagus dan terbaru.
credit: https://www.medical-world.co.uk/p/family-planning/iucds/nova-t-380-iud-single/1818
Awalnya saya kira bakal dibius gitu, ternyata nggak. Yauda saya rileks aja. Nggak lama, kata dokter sudah selesai. HAH? Saya kaget. Ternyata cepat amat 😂 Nggak sampai 5 menit lho. Daaaan.... NGGAK BERASA APA-APA! Iya serius, sama sekali nggak sakit. Tuh sampai dicaps lock 😂 Alhamdulillah.

Setelahnya, saya dan suami konsultasi. Tanya-tanya tentang hal:
1. Ada pantangan nggak? Misalnya boleh gendong anak nggak? (Soalnya pengalaman ibu dulu sempet dilarang sama dokternya supaya nggak gendong anak dulu selama 3 minggu supaya letak IUD tidak bergeser).
Jawaban: Nggak ada pantangan. Gendong anak juga boleh-boleh aja. 
2. Ada obat penghilang rasa sakit nggak? 
Jawaban: Nggak ada. Nggak perlu kok. Kecuali kalau nanti ada keluhan. 

Lalu soal berhubungan. Dokter saya langsung bilang, baiknya tidak berhubungan dulu selama 7 sampai 8 hari. Karena setelah pasang, biasanya keluar darah. Setelah darahnya selesai, boleh dicoba berhubungan. Misalnya ada rasa sakit, boleh dikonsultasikan lagi. Karena bisa jadi benangnya kepanjangan.

Sudah gitu aja. Karena sisanya, saya bisa baca buku panduan yang dikasih sama dokter.
Benar aja. Setelah pasang, langsung keluar darah. Sempat panik, karena hari-hari esoknya darah makin banyak. Ternyata kata dokter, artinya saya langsung haid.

So far, sampai sekarang saya dan suami belum ada keluhan. Tinggal menunggu nanti kontrol lagi setelah sebulan. Semoga posisinya masih bagus 😊

Penjelasan sedikit tentang Nova T 380


  • ‌Merupakan alat kontrasepsi intra-uterus terbuat dari bahan plastik berwarna putih, berbentuk T termodifikasi, dengan kawat tembaga yang berwarna perak di bagian tengahnya di sekitar lengan vertikal dan tali benang yang dapat dilepaskan terhadap putaran lengan vertikal. 
  • ‌Nova T 380 dipasang di dalam rongga uterus. Alat ini efektif hingga lima tahun. 
  • ‌Tingkat kehamilan dengan Nova T 380 adalah 0,6 per 100 wanita tahun. 
  • ‌Nova T 380 sebaiknya dipasang oleh dokter/tenaga kesehatan yang berpengalaman dalam pemasangan Nova T 380 dan/atau telah terlatih untuk memasang Nova T 380.
  • ‌Nova T 380 harus diganti setelah lima tahun. Jika pasien ingin terus menggunakan alat ini, alat baru dapat dipasang pada saat bersamaan.
  • ‌Jika kehamilan tidak diinginkan, pelepasan harus dilakukan sewaktu menstruasi. Jika dilepas di tengah siklus dan pasien telah melakukan hubungan seksual dalam waktu satu minggu maka resiko hamil tetap ada kecuali alat baru dipasang sesaat setelah dilepas. 
  • ‌Pemasangan dan pelepasan mungkin disertai nyeri dan pendarahan. Tindakan ini dapat membuat pingsan akibat reaksi vasovagal, dan kejang pada pasien epilepsi.
Nah itu dia, pengalaman KB saya dengan Nova T 380 dan sedikit penjelasannya. Semoga bisa dipahami ya.

Bagi Bunda yang mau pasang, pokoknya tips saya cuma satu, nggak usah takut. RILEKS aja. Dan yakin kalau tidak akan ada rasa sakit 😆 Insya Allah nggak akan terjadi apa-apa 😊

Keluarga Berencana itu bukan menolak rezeki. Ini hanya ikhtiar untuk memberi jarak agar kita lebih maksimal untuk membesarkan anak sebelumnya. Meskipun tetap, kuasa terbesar ada di tangan Allah SWT 😇

Sumber referensi: Buku Panduan Nova T 380

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

8 komentar:

  1. Toooss, samaan kita KBnya^^
    Aku juga pas dipasang nggak berasa apa-apa, soalnya masih ada bius pasca cesar, hahahaha. Dan baca ini jadi lega karena asal kitanya yakin insyaAllah nggak sakit ya. Selama ini kalau denger cerita temen2 yg pasang/lepas IUD kok horor amat.

    Mba Ade pasang yang berapa tahun? Aku yg 5th dan udah 3th berjalan alhamdulillah belum pernah ada keluhan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga yang lima tahun Mbak. Wah lama juga ya udah 3 tahun :)

      Hapus
  2. Ngilu bacanya, tapi kepo. >_<

    BalasHapus
  3. besok kudu pasang, biar gak kesundulan lagi hihihi...

    BalasHapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.