Milestone Emir 3-17 Bulan

Emir bulan ini sudah 16 bulan, yeay! 2 bulan lagi menuju 18 bulan alias 1,5 tahun. Whua nggak berasa ini anak udah mau gede aja hiks *emak melow masih pengen anaknya jadi bayi. 
foto saat Emir 8 bulan
Sayang banget saya nggak sempet nulisin perkembangannya dia setiap bulan. Padahal dulu pas hamil niatnya pengen gitu nulis perkembangan anak setiap bulan. Tapi malah mentok cuma sekali aja nulis pas Emir 3 bulan. Apa daya kesininya pun malah nggak konsisten πŸ™ˆSebenernya bukan karena nggak sempet juga sih, toh buktinya saya masih bisa update tulisan lain πŸ˜‚πŸ™ˆ Tapi ya gitu bingung aja nulisnya mulai dari mana *upz. Oke sebelum saya makin banyak excuse, kita lanjut aja. 

Jadi kalau boleh saya qodho sekarang ((qodho)), kira-kira begini perkembangan Emir setelah 3 bulan: 
  • 3 bulan, dia sudah bisa diajak bercanda, ngoceh-ngoceh, main ludah, dan memegang benda-benda. Sudah nggak bisa ditinggal karena sudah mengerti. 
  • 4 bulan, dia sudah lancar tengkurap dan membuat mainan gantungnya rusak karena dia tendang-tendang πŸ˜‘
  • 5 bulan, dia semakin mengerti kalau tidak mau ditinggal. Dia ngerti kalau saya minggir sedikit, mesti nangis πŸ˜‚
  • 6 bulan, MPASI pertamanya, yang sedihnya saya nggak bisa maksimal memberikan dia MPASI homemade karena rumah harus direnovasi *hiks (baca ceritanya di sini).
  • 7 bulan, mulai tumbuh benih gigi ((benih)) dia semakin nggak mau dicuekin. Kalau saya sibuk sendiri, dia pasti teriak-teriak caper gitu haha. 
  • 8 bulan, dia sudah mulai tumbuh gigi dua di bawah. Mulai bisa merambat kayak kodok. Jadi bukan merambat halus, tapi merambat sedikit, terus badannya langsung lompat gitu. Ini sempat membuat saya khawatir karena kok cara merambatnya begitu, tapi saya coba bawa santai aja. Dan bener aja, pernah suatu waktu saya lagi jemur pakaian, Emir yang lagi di tempat tidur dan sudah saya halangi pakai guling, meluncur lompat ke bawah. Hiks horor banget waktu itu, bahkan dia sempet nangis kejer. Tapi untungnya pas konsul ke dokter spesialis anak, nggak ada masalah yang serius. 
  • 9 bulan, dia tumbuh gigi 3. Dua di atas, 1 di bawah. Sudah lancar merangkak dan bisa disuruh-suruh. Misal: "Emir, mana (buku) Tongkat Nabi Musa?" Dia akan mencari buku itu dan mengambilnya. Wuwh di sini amaze banget saya πŸ˜‚
  • 10 bulan, dia tumbuh gigi atas 2, bawah 1. Jadi total giginya sampai sekarang sudah ada 8. Sudah bisa saya tinggal-tinggal. Dalam artian, misal dikasih mainan atau cemilan, lalu saya mengerjakan pekerjaan lain, dia akan tetap anteng sendiri. 
  • 11 bulan, mulai berdiri dan merambat jalan ke samping. 
  • 12 bulan, belajar jalan. Dorong-dorong push walker, galon, apa aja yang bisa dia doronglah pokoknya πŸ˜‚ Sampai akhirnya dia bisa selangkah dua tiga langkah tanpa pegangan apapun. 
  • 13 bulan, dia sudah lancar jalan. Yeay mamak senang πŸ™† Meskipun kadang masih sempoyongan (jatuh) πŸ˜‚
  • 14 bulan, jalannya semakin mantap. Mulai jarang jatuh. Mulai bisa ngoceh a a a a ba ba ba. Ayah, abah. Dua kata pertama yang lancar dibicarakannya. Trus kalo ada ayam, jarinya bisa bermain kayak orang dewasa kalo manggil ayam gitu lho *tau lah ya πŸ˜‚.
  • 15 bulan, mulai nambah kosakata kayak mama (duh nak, padahal panggilan ibumu kan Bunda 😜), papapa. 
  • 16 bulan, dia sudah mengenal nama hewan. Dan paling lancar yg disebutnya adalah 'ajah' alias gajah πŸ˜‚, terus mbaa (domba), da (kuda), cak (cicak) dan dia juga berani mendekati hewan. 
  • 17 bulan, semakin banyak kosakata dan tingkahnya 😍 Lebih cepat dalam hal meniru. Sekali dicontohin, langsung dia lakuin. Di fase ini nih orangtua harus hati-hati dalam bersikap πŸ˜„ Trus kosakatanya mulai lebih jelas. Sudah bisa menyebut gajah dengan jelas. Trus pernah ngomong "jauh", "apa", "udah", "bebey" (bebek), "sapi", dll. 
Whua, finally. Ternyata dilihat-lihat perkembangannya cukup bagus juga. Meski sepertinya di atas itu nggak bisa dibilang tepat 100% *karena Bundanya lupa dan nggak telaten nyatet perkembangannya πŸ™ˆ*. Karena bisa jadi ada beberapa yang sudah berkembang sebelum usianya atau ada yang sudah melewatinya. Tapi kurang lebih ya seperti itulah hehe. 

Kepinginnya sih, untuk adiknya nanti saya bisa konsisten nulis. Tapi entah, malah belum ditulis-tulis. Nantilah ya kalau saya mood πŸ˜‚. 

So far, saya melihat sepertinya adiknya akan lebih cepat perkembangannya. Ya, kita lihat saja nanti. Satu yang pasti, saya harus selalu inget supaya nggak banding-bandingin anak, sekalipun itu anak-anak sendiri. Karena setiap anak, pasti dilahirkan berbeda sesuai dengan kelebihan dan kesitimewaannya masing-masing 😊

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

4 komentar:

  1. waah umur 9 bulan sudah ngerti sama barang yaa. anakku sekarang umurnya 8 bulan dan masih ogah-ogahan merangkaknya. kayaknya aku juga masih kurang nih stimulasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gapapa Mbak. Setiap anak beda hehe. Yang penting ga kurang stimulasinya aja.

      Hapus
  2. senang kalau bisa melihat tumbuh kembang anak
    apalagi kalau mulai belajar berbicara dan memanggil ayah atau ibunya

    BalasHapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.