Anakku Masih Bayi, Kok Sudah Hamil Lagi?

Bukaaan, bukan saya hamil lagi. Wong anak kedua juga baru aja sebulan 😄 Cuma biar menarik aja judulnya hehe 😂
via Pixabay
Semenjak saya kesundulan alias hamil lagi saat masih punya bayi, entah kenapa saya justru banyak dikelilingi orang-orang yang mengalami hal yang sama. Apakah ini kebetulan atau memang hamil itu nular? 😂

Bagi yang baru mengalami hal yang sama, santai saja. Jangan panik. Ketika testpack menunjukkan garis dua sementara anak kita masih bayi, hal yang perlu kita lakukan hanyalah sebagai berikut:

😇 Terima dan syukuri

Seperti yang saya bilang di atas, santai saja. Alih-alih menyesal karena tidak KB misalnya, atau ternyata tidak bisa mengontrol sehingga hamil lagi padahal anak kita masih bayi, kehamilan itu tetap harus kita terima dan syukuri. Jangan sampai ada rasa penyesalan. 
Ini karena suami juga berkali-kali mengingatkan saya. Kalau memang hamil lagi, ya syukuri saja. Allah pasti memberikan maksud. Daripada kita tidak menerima, lantas janinnya jadi kenapa-napa, akhirnya bisa-bisa jadi penyakit. Entah janinnya tidak berkembang, harus dikuret, atau hamil anggur. Naudzubillah, jangan sampai. 
Percaya atau tidak, terkadang sebuah omongan bisa jadi do'a lho 😣 Jadi lebih baik kita terima dan syukuri, supaya kehamilan tetap sehat, janin yang ada di dalam rahim bisa berkembang dengan baik 😊


🙅 Abaikan kata-kata negatif orang sekitar

Pernah dengar kan kalimat, "kita yang jalanin, orang yang komentarin". Yes, terkadang orang itu merasa dirinya peduli, padahal kata-kata yang dikeluarkan bisa jadi tidak diperlukan atau bahkan menyakiti hiks. 
Daripada mendengarkan kata-kata negatif orang lain, alangkah lebih baiknya kita memilih melakukan hal-hal yang lebih positif. Misalnya mencari tahu cara agar bayi kita tetap sehat, dan kehamilan tetap terjaga dari ibu-ibu yang memiliki pengalaman yang sama. Atau membaca referensi-referensi bagaimana caranya agar tetap bisa menyusui bayi walaupun kita sedang hamil. Yah, intinya mendengarkan kata-kata negatif orang tidak akan ada gunanya. Selain hanya membuat perasaan kita rusak, mereka pun sesungguhnya tidak peduli dengan kita. Apa iya mereka mau membantu mengurus bayi kita? Tidak kan 😂

‌🙆 Tetap perhatikan kehamilan

Pengalaman saya, hamil kedua kemarin lebih santai. Bahkan mualnya nggak parah kayak hamil pertama. Jadi terkesan lebih cuek hehe. Nah yang ini jangan ditiru ya 😁 Mungkin sebenarnya bukan cuek juga, tapi karena anak kita masih bayi yang mana lagi aktif-aktifnya, jadilah kita lebih perhatian pada si kakak. Tapi meski begitu, usahakan tetap perhatikan kehamilan kita ya. Tetap periksa rutin ke bidan atau dokter kandungan, tetap menjaga asupan makanan yang baik selama hamil (apalagi kalau kita juga menyusui), dan tetap ajak bicara si kecil yang ada di dalam perut supaya janin bisa merasakan bahwa dia juga diperhatikan 😊 Bahkan kalau perlu, libatkan juga si kakak untuk mengobrol bersama dengan adiknya yang ada di dalam perut, ya hitung-hitung sounding supaya anak pertama kita siap untuk jadi kakak nantinya 😊

Kehamilan, sekalipun itu belum diharapkan, jangan sampai kita menyesalinya. Percayalah, bahwa kita adalah satu yang dipercaya oleh Yang Maha Kuasa untuk dititipkan dari sekian banyak perempuan yang mendambakan kehadiran seorang anak. Maka Yang Maha Kuasa pula yang akan memampukan kita. Kuncinya kita hanya harus menerima, mensyukuri dan menjaganya. Agar si kecil tetap tumbuh dengan sehat sampai ia lahir ke dunia 😇 

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

6 komentar:

  1. Jangan lupa asupan gizi ibu hamil dan menyusui harus dobel ya, soalnya buat 3 orang. Tetap sehat dan semangat ya 😊💪

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah betul. Asupan nutrisi penting juga :)

      Hapus
  2. Setuju jangan dengerin org nhomong apa.... Be happy always ajah

    BalasHapus
  3. Semua tergantung sama yang di atas ya, Allah SWT.
    Daku udah 18 tahun nikah, nggak pernah KEB, sampai sekarang, Anakku 3, anak pertama ke kedua jaraknya 4,5 tahun, kedua ke anak ketiga, 5 tahun, tanpa KB.
    Waktu anak pertama, udah pasrah saja misalnya hamil lagi, apalagi daku nggak haid selama setahun karena menyusui. Ternyata, jaraknya malah jauh-jauh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren euy bisa jauh tanpa KB :D

      Hapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.