#BincangKeluarga: Saat Saya Ingin Mengeluh...

Hidup ini nggak lepas dari masalah. Mau lepas dari masalah ya nggak usah hidup *eh. Mengeluh itu katanya manusiawi. Tapi bersyukur itu juga suatu keharusan supaya kita nggak dianggap kufur. Kok jadi semacam quote ya? Haha. 

Tumben #BincangKeluarga berat bahasannya? Hehe. Sebelumnya saya pribadi mohon maaf ya #BincangKeluarga sempat absen satu bulan. Itu dikarenakan saya yang minta Mbak Rosa buat izin absen dulu karena mau lahiran hehe 😁 Jadi ini adalah postingan pertama kami lagi setelah absen kemarin.
Baca punya Mbak Rosa:
Saat Saya Ingin Mengeluh... 

Back to mengeluh. Mengeluh itu manusiawi, tapi kalau dirunut  ternyata banyak banget yang bisa bikin saya pribadi bersyukur. Khususnya posisi saya sebagai istri dan ibu. Makanya kami pilih tema ini supaya kami selalu ingat untuk terus bersyukur 😇


Saat saya ingin mengeluh... 

😥 Saat saya ingin mengeluh karena jadi ibu rumah tangga (saja)...
Di luar sana banyak ibu bekerja yang mendamba bisa full di rumah. Melayani suami dengan sepenuhnya, menemani anak untuk memperhatikan tumbuh kembangnya, dan merawat rumah dengan baik. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang saya dustakan? 
Saat suami saya justru sangat mendukung saya untuk full di rumah tanpa harus dibebani untuk mencari nafkah (meski tidak semua ibu bekerja karena semata ekonomi). Saya bisa melakukan apapun hobi saya di rumah. Saya bisa menemani anak bermain dan mengikuti tumbuh kembangnya. Dan merawat rumah selagi suami bekerja. 

😥 Saat saya ingin mengeluh karena perjalanan hamil itu berat, mual yang tak tertahankan sampai tidak bisa masuk makanan sama sekali... 
Di luar sana banyak seorang istri yang mendamba bisa hamil. Melihat perut membesar karena mengandung seorang anak. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang harus saya dustakan? 
Saat saya justru diberi amanah sangat cepat oleh Allah. Sebulan nikah, langsung dititipkan janin di dalam rahim. Masya Allah. Mual yang dirasakan tidak sebanding dengan janin yang bertumbuh dengan baik. 

😥 Saat saya ingin mengeluh bahwa melahirkan itu sakit... 
Di luar sana ada ibu yang mendamba bisa melahirkan seorang anak. Ada ibu yang menanti bahkan bertahun-tahun agar bisa punya anak. Sementara saya diberikan nikmat merasakan sakit yang luar biasa hingga seorang anak bisa lahir ke dunia dari rahim saya. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang harus saya dustakan? 

😥 Saat saya ingin mengeluh karena mengurus anak membuat saya lelah... 
Di luar sana ada seorang ibu yang mendamba kelelahan mengurus anak sendiri. Ada ibu yang lebih lelah karena harus mengurus anaknya sendiri karena berjauhan dengan suami pun sanak saudara. Ada ibu yang lebih lelah karena harus menemani anaknya bolak-balik ke rumah sakit demi kesembuhan anaknya, agar bisa berkembang layaknya anak-anak lainnya. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang harus saya dustakan? 
Saat saya justru dititipkan anak untuk dirawat dengan baik. Saat saya justru masih dekat dan dibantu suami. Saat Allah titipkan anak yang sehat dan berkembang dengan baik tanpa kekurangan apapun. Masya Allah. 

Ya, maka nikmat Tuhan mana lagi yang harus saya dustakan? Yang jika dijabarkan rasanya tidak akan cukup untuk menggambarkan kenikmatan yang diberikan dibanding keluhan-keluhan saya. 
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim: 7)
Mengeluh itu manusiawi. Tapi semoga kita tidak menjadi manusia yang lupa untuk bersyukur. Aamiin.

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

2 komentar:

  1. Stiap manusia pasti ada kalanya mengeluh.. Akupun juga. Tapi dipikir2 kalo tiap saat kita mengeluh, apa ga bakal bikin hidup jd lbh terasa merana yaa :D. Makanya tiap pgn ngeluh, aku jg slalu melihatnya dari sisi sebaliknya. Dari sisi orang2 yg jauh lbh susah dari kita. Aku kdg ngeluh kerjaan terlalu overload, walopun aku cinta banget ama kantor skr dan ga pengen jd ibu RT. Aku mikir ama pekerja2 kasar yg kerjaanjauuh lbh berat dan gaji ga seberapa. Dr situ jd lbh semangat kerja :) .. Utk jd gampang bersyukur, kadang kita memang hrs melihat ke bawah ya mba.. Jgn keseringan k atas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak. Kalo ke atas terus ya pegel :))

      Hapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.