Kenapa Sih Harus Izin Suami?

"Aku tanya suami dulu ya", atau 

"Aku izin suami dulu ya."

Dua kalimat itu sering banget saya lontarkan setelah menikah. Yes, hampir semua hal memang saya selalu izin dengan suami. Tidak sebatas saat mau keluar rumah atau untuk urusan penting saja, bahkan seremeh saya mau belanja online atau beli buku saja saya tetap izin dengan suami. Sekalipun mungkin saya pakai uang pribadi, tetap saja saya akan izin dengan suami. Menulis untuk blog pun demikian, kadang saya izin dengan suami untuk memastikan apakah itu layak saya publish atau tidak.
via pixabay

Izin suami = rem kendali

Memang kenapa sih harus izin suami segala? Karena bagi saya, izin suami adalah nomor satu. Toh dalam islam pun seperti itu adabnya. Kalau dulu sebelum menikah saya sering minta izin ke orang tua, maka setelah menikah tanggungan wanita akan berpindah pada suaminya. 
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu, maka wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). ” [An-Nisaa’: 34]
Sumber: https://almanhaj.or.id/1190-hak-hak-isteri-atas-suami.html
Sebenarnya bukan cuma menurut perintah islam, lebih dari itu buat saya suami sudah menjadi rem kendali. Setelah menikah saya banyak sekali merasakan perubahan positif dan itu terjadi karena suami juga yang menjadi faktor utamanya. Suami bukan tipe yang ingin membuat istrinya senang saja, tapi beliau juga selalu memandang segala sesuatunya dengan logika. Ini dia poinnya, saya adalah wanita yang lebih banyak menggunakan perasaan, maka akan seimbang jadinya ketika saya dipasangkan dengan suami yang laki-laki dan kodratnya memang menggunakan logika. Maka ketika saya mungkin hanya mengambil keputusan berdasarkan perasaan, suamilah yang bisa menyeimbangkan dengan logikanya lewat masukkan-masukkan yang beliau berikan.

Kelihatannya mungkin sepele, tapi justru dari hal-hal kecil seperti izin inilah yang membuat suami merasa dirinya berharga dan dihormati. Hasilnya, suami juga akan melakukan timbal balik. Saya bisa tahu apa-apa yang ingin dilakukan beliau karena beliau pun selalu berbicara atau izin dengan saya. Alhasil cinta kami pun akan sama-sama saling bertambah karena kami saling mendapatkan apa yang memang dibutuhkan ๐Ÿ˜Š
Di saat seorang suami mendapatkan "pride" yang dia butuhkan dari istrinya, di saat seorang suami mendapatkan kepercayaan penuh dari istrinya, di saat seorang suami mendapatkan kenyamanan yang ia butuhkan dari istrinya: Maka insyaAllah, ia akan memperlakukan usaha terbaik berkali lipat untuk membahagiakan istrinya.
.
Karena:
Di saat seorang istri mendapatkan wujud cinta yang "nyata" dari suaminya, di saat seorang istri mendapatkan kebutuhan didengarkan setiap hari dari suaminya, di saat seorang istri berkesempatan menyalurkan aktualisasi diri yang didukung oleh suaminya; Maka insyaAllah, ia akan lebih mudah bahagia dan nyaman menjalani hari-hari serta mengasuh buah hati. - Foezi Citra Cuaca Elmart
Makanya, sampai sekarang saya paling nggak bisa meremehkan soal izin sekalipun menurut orang itu sepele atau sudah pasti diizinkan suami. Karena sekali lagi bagi saya izin suami bukan sekedar perintah, melainkan bisa menjadi rem kendali ketika saya mungkin melenceng juga sebagai bentuk penghargaan dan wujud cinta pada suami ๐Ÿ˜Š

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

27 komentar:

  1. sebenarnya ada hal-hal remeh dan tak perlu izin suami.., tapi cukup memberi tahu suami..kalo lagi ini..lagi itu...

    BalasHapus
  2. Izin ke suami ada baiknya dan saya juga ada apa2 izin dulu atau lebih tepatnya buat saya diskusi mba Ade :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, diskusi juga penting ya :)

      Hapus
  3. Setuju mbak, akupun kalau mau pergi kemana-mana pasti izin suami bahkan untuk pergi ke rumah orang tua masih tunggu izin suami dulu. Tapi biasanya kalau kemana-mana aku suka dianter terutama pas hadir ke acara blogger.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sama dong, saya pun kalo kemana-mana selalu dianter suami :D

      Hapus
  4. Hai mba. Aku kalau bepergian juga masih sering pamitan ke suami. Nica mba :)

    BalasHapus
  5. Saya juga begitu sih, bahkan dlm bersosial media pun ada guideline dari suami :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya bincang media sosial juga kami lakukan biasanya :)

      Hapus
  6. meski suami saya ga banyak aturan tp sy sendiri yg ngerem diri..jadi krn menghargai dan menghormati dia sy tetap nanya dan minta persetujuan suami

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak. Sebagai tanda hormat juga cinta ya :)

      Hapus
  7. Setuju mba, izin k suami biaa mmbuat auami mrasa lbh dihargai ya.. Tapi klo buat bli baju atau apa2 yg pakai uang sndiri aku gak izin tapi ngasih tau k auami begitu udah beli.. hihi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya setidaknya ngasih tau jg bikin suami ngerasa dihargai :D

      Hapus
  8. Kalau aku saling minta ijin, pdhl kan gk hrs suami minta ijin istri tp suami klo mw apa2 ijin dlu k aku, dan sebaliknya

    BalasHapus
  9. Aku juga sering begitu mba. Tapi kalau untuk nulis nggak pernah ijin. Karena sudah ada batasannya (kesepakatan).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang lebih bagus kalo dibikin kesepakatan ya :)

      Hapus
  10. Ada beberapa hal yang suami tanpa diberitahu pun sudah mengizinkan. Tapi untuk menghormatinya, saya tetap minta izin. Sebenarnya lebih ke ngasih tahu sih jadinya :-D
    Salam kenal mbak :-)

    BalasHapus
  11. betul sih, tapi aku sih untuk hal yang kecil jarang minta ijin karena aku tahu dia mengijinkan, sudah tahu gimana dia dan sudah tahu batasan dari dia, tapi untuk hal yang besar dan menyangkut banyak hal aku selalu berdiskusi dengan suami

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah aku juga diijinkan suami. Dan dibebaskan. Tapi aku tetap tahu batasannya. :-)

    BalasHapus
  13. Iyalah, ijin suami mba, kan kita bersama pasangan hidup dalam aturan ya, masa selonong aja, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya biasanya kan ada yang urusan remeh ga perlu izin. Tapi kalo saya tetep izin :)

      Hapus
  14. Karena ini rumah tangga berdua ya semuanya kudu didiskusikan bukan? Kecuali nikah ama tembok, ya jdi ngomong ama tembok deh wkwk

    BalasHapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.