Berteman dengan Mantan Pacar

Kemarin saya baca #GesiWindiTalk tentang Berteman dengan Mantan Pacar. Ah jadi tertarik juga untuk ikutan nulis :v Karena saya pun pernah punya mantan pacar -_- Sebelumnya saya bersyukur karena tiga kali hubungan pacaran saya tidak ada yang bertahan lama. Paling lama hanya dua bulan :v Jadi Alhamdulillah tidak terlalu sulit untuk move on :v
via pixabay
Oke, jadi apakah saya mau berteman dengan mantan? Ya, tapi tidak seperti dulu! Apa maksudnya? Saya masih menganggap dia sebagai teman, tapi tidak dekat bahkan sampai ranah hubungan personal atau chatting-chattingan. Bukan cuma setelah menikah, sebelum menikah pun saya memang seperti itu. Cenderung menjauh dan bersikap berbeda ketika sudah putus. Karena bagi saya ya buat apa juga masih berhubungan dekat, nggak penting juga :)) Selain merusak proses move on, dekat dengan mantan pun saya rasa bukan jalan yang baik. Ujung-ujungnya bukan tidak mungkin ada rasa yang tumbuh lagi *halah.

Apalagi ketika sudah menikah. Saya tahu diri sudah punya suami yang artinya pasangan yang sudah sah dan saya harus menjaga pernikahan ini baik-baik. Maka bagi saya tidak elok ketika saya masih menjalin hubungan dengan mantan. Bahkan di media sosial pun saya juga berusaha menghindari interaksi kalau memang tidak ada keperluan.  

Apa itu artinya saya memutus tali silaturahmi? Tidak juga. Karena kalaupun ketemu di jalan atau dia chat karena ada keperluan penting ya saya tetap balas. Tapiiiii... tetap seperlunya. Tidak yang berlebihan.

Begitu juga suami. Beliau sudah tidak pernah berhubungan lagi dengan mantannya. Bahkan sudah menghapus semua kontak dan foto mantannya sebelum menikah dengan saya. Dan pada dasarnya kami memang sama-sama tipe posesif sih hehe. Jadi kami tahu kalau kami harus saling menjaga perasaan. 

Bukan cuma sekedar menghindari kecemburuan pasangan. Tapi tidak menjadikan mantan sebagai teman dekat, juga menghindari konflik yang lebih jauh. Ketika menjadikan mantan teman dekat, bukan tidak mungkin kita juga akan menjadikan dia teman curhat. Yang jatuhnya ketika ada masalah dengan suami, bisa jadi kita akan curhat dengan dia dan parahnya mulai membandingkan mantan dengan suami. Naudzubillah. Inilah yang bisa merusak rumah tangga.

So, pada dasarnya mantan hanyalah masa lalu. Ketika kita sudah menikah, maka sebenarnya kita sudah siap meninggalkan setiap masa lalu dan siap menempuh hidup yang baru dengan tidak menengok ke belakang lagi.

Dan sekarang, keluargalah yang harus menjadi fokus utama untuk tetap saling menumbuhkan cinta dan berpikir ke depan :)

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

11 komentar:

  1. Setuju Mba Ade mantan itu hanya masa lalu.
    Silaturahmi dengan mantan sewajarnya saja, jangan sampai jadi ajang teman curhat apalagi untuk urusan rumah tangga.
    Kalau saya si sebelum menikah suka chat dengan mantan, tapi bukan chat curhat juga, cuma sekedar komen foto atau nanyain kabar. Atau nanyain game. Lebih kaya ke teman biasa aja.
    Setelah menikah, tanpa saya hindari pun, mereka ngehindar sendiri.:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap. Biasanya orang juga tahu diri ya Mbak :)

      Hapus
  2. aku selalu menghapus semua kontak mantan2 ku...kalau kartu nama masih ada. he3. buat kenang2 an aja.

    BalasHapus
  3. Sepakat mbak, saya juga gak berteman sama mantan. Soalnya suami tipikal cemburuan dan demi menjaga perasaannya. lagi pula sudah menikah, buat apa berteman bahkan dekat sama mantan. Saya pernah di telpon mantan rasanya aneh alias males ngeladenin gt jadi tiap ditelepon lagi ogah angkat hehehe
    soal foto, setelah menikah, sama2 dihapus semua juga haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh kalo ditelepon mungkin ga saya angkat. Eh angkat sih, secara saya ga punya nomornya. Tapi kl sy tau itu mantan ya kumatiin hihi.

      Hapus
  4. Saya masih berteman mba, tapi secukupnya saja, suamiku juga mengenalnya meskipun bukan sebagai mantan pacar.

    BalasHapus
  5. untungnya aku gak punya mantan mbak

    BalasHapus
  6. kalau saya sdh blas gak tahu kabarnya mantan. sudah lus kontak semua hehe....

    BalasHapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.