Ungkapkan Saja Apa yang Kau Rasakan, Sebab Pasanganmu Tidak Bisa Membaca Pikiranmu

Ada satu nasihat yang selalu saya ingat dari buku-buku tentang pernikahan yang kurang lebih bunyinya, "ungkapkan saja apa yang kau rasakan. Sebab pasanganmu tidak bisa membaca pikiranmu." Nasihat ini selalu saya pegang bahkan sampai sekarang saya sudah menikah. Ada benarnya juga, karena manusia biasa memang tidak bisa membaca pikiran kan. Walaupun pada dasarnya kadang seorang wanita ingin dimengerti tanpa harus menjelaskan pada prianya. Dan pria pun pada dasarnya bukan tipe yang bisa peka dan selalu bisa membaca pikiran wanita. Nah jadi ribet deh.
https://pixabay.com/id/gadis-orang-perempuan-muda-1245713/
Makanya, sampai sekarang saya lebih memilih langsung mengungkapkan apa yang saya rasakan pada suami. Cara ini juga nggak bikin saya pegal hati hehe. Sebenarnya suami saya bukan orang yang cuek, malah dibanding saya - beliau jauh lebih peka. Beliau tahu kalau saya diam-diam lagi marah. Tapi tetap saja ada kalanya juga suami tidak bisa membaca perasaan apalagi pikiran saya kalau saya tidak bicara. Dan ada kalanya juga saya maunya dimengerti, tapi ini pun biasanya nggak bertahan lama dan balik lagi ke cara semula hehe.

Alasan saya pakai cara ini pun bukan sekedar karena ingin dimengerti saja, tapi saya ingin agar suami juga melakukan hal yang sama. Karena kebalikan dari saya, suami lebih memilih diam jika sedang marah. Jadi dengan cara saya mengungkapkan langsung apa yang saya rasakan, saya berharap suami juga bisa melakukan hal yang sama. Dan Alhamdulillah, hasilnya semakin ke sini semakin baik. Apa yang membuat kami tidak nyaman, kami bicara. Apa yang mengganjal, kami juga bicara. Tidak ada yang ditutup-tutupi lagi.

Mungkin ini juga pelajaran untuk mengalahkan ego. Kalau suami istri sama-sama diam dan tidak mau mengungkapkan perasaan atau ganjalan dalam hatinya, otomatis salah satu dari suami atau istri harus bisa peka. Kalau tidak, akan ada pihak yang merasa lelah. Lelah karena merasa tidak dimengerti. Lelah karena merasa 'kok pasangannya cuek'. Padahal ya itu tadi, pasangan kita bukan cenayang dan hanya manusia biasa yang tidak bisa membaca pikiran kita. Kalau tidak diungkapkan, ya tidak ada yang tahu. Alhasil satu merasa baik-baik saja, satu lagi merasa bahwa sebenarnya sedang ada masalah.

Sekali lagi, mungkin wajar jika sesekali kita mau dimengerti. Tapi jangan sampai kita jadi lelah karena menyimpan emosi dan masalah sendiri. Kalau dibiarkan lama-lama, kita yang akan sakit sendiri, sedangkan pasangan tidak juga menunjukkan tanda-tanda kepekaannya. Bisa-bisa malah jadi bom waktu huhu. Dan barangkali kita juga harus belajar, untuk sesekali bisa mengerti pasangan. Sama saja dengan rasa cinta yang juga harus diungkapkan. Agar cinta juga selalu terpupuk dengan baik. Agar pasangan juga tahu bahwa kita masih cinta dengannya 😊 Yah, intinya dalam pernikahan dan rumah tangga harus ada kata saling kali aja😊

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

2 komentar:

  1. Makasih banyak, artikel ini semacam reminder buat saya yang selalu ingin dimengerti dan ga mau ngomong wkwkwkw

    BalasHapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.