Pelajaran Bersyukur dari Menjadi Ibu

Banyak sekali hal yang berubah setelah saya menjadi ibu. Salah satunya tentang bersyukur. Ya, jadi ibu membuat saya banyak sekali belajar. Dari mulai fase hamil, melahirkan, sampai anaknya sudah lahir. Saya yakin, ini baru permulaan. Pasti masih akan banyak kejutan seiring anak semakin besar. Belum lagi sebentar lagi akan hadir adiknya Emir. Semakin banyaklah rasa syukur saya.
Maka nikmat Tuhanmu mana lagi yang kau dustakan? - QS. Ar-Rahman
https://pixabay.com/id/kaki-bayi-jantung-cinta-ibu-1527456/

Fase Hamil

Saat dua testpack memberi dua garis positif, saya cukup terkejut. Belum lagi bahwa itu artinya saya hamil. Masya Allah, dari hubungan laki-laki dan perempuan, bisa jadi sebentuk kantung janin. Mual-mual yang saya rasakan juga - katanya adalah salah satu bentuk bahwa si janin sedang berkembang. 


Kian hari semakin saya rasakan perubahan pada diri. Perut yang semakin maju dan membesar. Membuktikan bahwa benar ada janin yang sedang berproses menjadi manusia. Hingga diri yang semakin terlihat aura kecantikannya hehe.

Setiap kali di USG, hanya tatapan takjub yang selalu saya rasakan setiap saat melihat ke layar komputer. Sungguh proses alami yang benar-benar saya rasakan. Dari mulai hanya sebentuk kantung janin, mulai terbentuknya organ dalam, hingga organ-organ luar: mata, hidung, mulut, tangan, kaki, ah hingga akhirnya menjadi sebentuk-bentuk manusia yang tampil dengan sempurna saat dilahirkan. Masya Allah.


Fase melahirkan

Sebelumnya saya tidak tahu kalau keluarnya darah adalah salah satu tanda sudah mau melahirkan. Kepanikan pun sempat terjadi. Tapi rupanya, darah saya sudah bercampur air ketuban, ya, itu artinya sudah pembukaan!

Dugdagdigdug perasaan saat itu. Saya mau melahirkan sebentar lagi. De, kamu akan menjadi sebenar-benarnya ibu! Saya kendalikan pikiran. Melupakan segala pikiran negatif, dan berusaha untuk tetap santai.

Tiba saat habis maghrib, mules-mules semakin terasa. Rasanya... hmm... seperti saat datang bulan atau seperti (maaf) tidak tahan mau buang air besar. Katanya itu karena si bayi sedang berusaha mencari jalan lahir. Sabar ya Nak, tunggu sebentar lagi. 
Jengjeng, tibalah pembukaan lengkap. Mules sudah tidak tertahankan. Satu dokter dan empat bidan turut mendampingi saya saat itu. Bu, tarik nafas, dan hembuskan pelan-pelan ya. Jangan bersuara. Turunkan (maaf) p*nt*tnya. Kalau tidak, nanti jahitannya banyak. Ayo Bu, sedikit lagi, sedikit lagi. Bu, turunkan (maaf) p*nt*tnya. Kalau tidak, nanti jahitannya banyak. Ayo Bu, ini sudah bagus. Aaahh instruksi-instruksi yang nyaris saya abaikan. Saya hanya ingin menatap anak saya lebih cepat. 

Alhamdulillah, puji syukur, dalam waktu yang tidak lama, tepat tanggal 17 April 2015 pukul 00.33 bayi saya sudah lahir. Tangisannya. Dan saya merasakan pelukannya pertama juga hisapannya pada puting saya untuk pertama kalinya. Sungguh, terharu dan tidak bisa menahan air mata saya 😢


Di sini ada satu momen yang juga cukup membuat saya tertohok. Suami bilang, "Masya Allah ya. Manusia dilahirkan dari tempat yang hina. Pantas aja nggak ada yang bisa disombongkan dari kita." 😢

Fase anak sudah lahir

Tibalah waktunya pulang ke rumah. Kali ini perut sudah kembali mengecil. Ada bayi di tangan. Saat malam tiba, si kecil merengek haus dan lapar. Saya pun harus rela tidur nyenyak terbangun. Itu selama tiga bulan. Dan tidak jarang tengah malam saya menangis sendirian. Saya lelah, saya ingin tidur nyenyak. Tapi kenapa saya harus bangun. Aaah, balada ibu baru yang tidak terbiasa begadang.

Semakin hari, si kecil sudah jarang bangun malam. Sebulan, dua bulan, tiga bulan, dan seterusnya selalu saya lalui dengan mengabadikan foto si kecil. Hingga sekarang sudah beranjak 7 bulan lebih. Dan setiap kali saya melihat foto-fotonya sejak bayi 'banget' saya selalu merasakan takjub yang luar biasa. Saya bisa terus ada di sampingnya. Mengamati setiap perkembangannya dari hari ke hari.

Dari mulai ia selalu tidur, melek, bisa melihat dunia, mengenali ayah ibunya, dan orang-orang di sekitarnya. Juga gerakan-gerakan tubuhnya dari mulai hanya bisa bermain tangan dan kakinya sembari tiduran, hingga kini ia bisa tengkurep dan duduk, bahkan sebentar lagi merangkak. Dari mulai hanya minum ASI, hingga sekarang ia sudah bisa makan pure buah atau bubur saring sebagai pendamping ASI.

Baca: Emir Sakit dan MPASI Pertama Emir

Aaah luar biasa. Sampai ia nanti bisa berjalan dan berlari bahkan hingga ia dewasa. Rasanya ingin selalu ada di sampingnya 😢

Meski kadang lelah, kesabaran mulai diuji, tapi setiap saat mengingat waktu hamil dan melahirkan, dan menatapnya setiap kali dia tidur, rasanya semua kelelahan dan kemarahan, lenyap begitu saja. Rasanya tidak mau jadi manusia yang kufur hiks.

Allahuakbar. Allah Maha Besar. Dengan segala kebesaran-Nya, begitulah Ia ingin menunjukkan pada kita khususnya saya pribadi, bahwa begitulah tercipta dan tumbuhnya manusia. Perlahan-lahan. Bayi, kecil, besar, hingga dewasa. Semua adalah proses alami manusia.

Mungkin wajar jika banyak ibu yang masih juga merasa takjub anaknya sekarang sudah besar. Karena pada kenyataannya, saya pun mulai merasakan bahwa waktu terasa berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin melahirkan Emir, sekarang ia sudah banyak perkembangannya. Tumbuh semakin besar. Belum lagi sebentar lagi dia punya adik, *eh.

Sungguh luar biasa semuanya. Terima kasih ya Allah 😢

Semoga Bunda-bunda yang lain, juga selalu bersyukur, dan semoga selalu diberi kekuatan dan kesabaran oleh Allah untuk mengurus dan mendidik anak 😢

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

4 komentar:

  1. betul banget mbak, kadang sampe berfikir, kok bisa lah ya saya melakoni semua ini, punya anak, mengasuh... rasanya menjadi ibu itu suatu keajaiban.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suka kagum sendiri ya Mbak. Allah memang Maha Besar :')

      Hapus
  2. Perkembangan anak emang cepet banget mba,tiba2 aja uda jalan padahal kaya baru ngelairin kemarin ��. Dulu waktu baru lahir banyak yg bilang cepet besar ya nak..sekarang pas uda besar bilang jangan buru2 besar ya nak..repot yaa..��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi serba salah ya. Tapi semuanya tetep harus disyukuri :D

      Hapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.