Orang Tua Tidak Salah, Mereka Hanya Belum Paham

Rasanya bukan hanya ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan saja yang punya masalah dengan orang tua. Bahkan jika anak sudah besar pun kita masih menemukan benturan-benturan dengan orang tua. Mulai dari nasihat-nasihat yang diberikan dan ternyata hanya mitos karena tidak terbukti kebenarannya, sampai soal perbedaan dalam mendidik anak. 
via https://pixabay.com/id/kedudukan-sbg-orangtua-1832390/
Tapi kadang saya jadi berpikir, apa orang tua kita salah? Menurut pandangan kita mungkin "ya". Kenapa sih kok rasanya orang tua 'sok tahu'. Mereka memang lebih berpengalaman, tapi zaman dulu dengan sekarang kan beda. Saya juga beberapa kali sempat berpikir seperti itu. Tapi saya mungkin mengerti sekarang. Tidak semua orang tua kita mengikuti perkembangan zaman seperti kita. Termasuk juga dalam hal teknologi yang sekarang lebih maju. Banyak orang tua kita yang masih menggunakan cara-cara lama karena memang mereka sudah nyaman. Belajar banyak hal di era sekarang, barangkali bagi mereka sangat kompleks dan bisa jadi karena mereka merasa itu tidak terlalu berguna bagi mereka. 

Yap, poinnya adalah mereka hanya tidak tahu. Sedangkan kita yang hidup di era sekarang, saat kita sudah menikmati berbagai kemajuan, kita didukung oleh banyak hal untuk belajar. Kita mengerti internet, kita rajin baca buku-buku yang ditulis dengan perkembangan yang lebih modern. Maka wajar saja jika kita (merasa) lebih banyak tahu dibanding orang tua kita. Kita merasa orang tua kita 'sudah kuno' dengan caranya. Tapi lagi-lagi, itu karena orang tua kita tidak tahu. Ya, mereka hanya belum paham.


Orang tua tidak salah, mereka hanya belum paham 😊

Lalu akhirnya salah siapa? Tidak ada yang salah sebenarnya. Orang tua kita hanya belum paham, dan kita yang lebih paham mungkin memang seharusnya mulai memberi pemahaman pada orang tua. Tapi kan orang tua kadang nggak terima? Hehe saya juga pernah mengalami. Tapi saya selalu ingat kata-kata suami, "bisa jadi kalimat kita terlalu rumit saat menjelaskan pada orang tua." Atau "Kalaupun orang tua kita tetep keukeuh, setidaknya kita menerima. Paling tidak, itu cara untuk menghormati orang tua kita." Yeah, memang tidak mudah. Apalagi jika berhadapan dengan nasihat yang kadang bertentangan dengan kita dan hanya mitos. Tapi masa sih, gara-gara hal ini kita jadi hilang hormat dengan orang tua. Duh, jangan sampai kita lupa bahwa mereka juga adalah orang tua yang melahirkan kita dan suami kita 😓


Dulu saya begitu. Misalnya saat saya tidak boleh makan pedas saat menyusui, karena orang tua dan mertua takut kalau ASInya jadi pedas. Alhasil saya jelaskan, kalau tidak mempan ya saya buktikan dengan makan pedas hehe. Tapi pada akhirnya mereka akan mengerti sendiri, ternyata bayi saya baik-baik saja saat saya makan pedas. Dari situ mereka akan mengerti. Ya, terkadang orang tua butuh pembuktian kita.

Begitu juga urusan anak. Mungkin kita paham ilmu-ilmu parenting. Anak-anak harus diperlakukan seperti apa, kita sudah paham baiknya gimana. Tapi bagaimana jika orang tua masih menggunakan cara-cara lama? Misalnya memberi jajan untuk anak kita sembarangan. Atau memarahi anak kita yang kelewat aktif. Sekali lagi yang kita harus pahami, orang tua hanya tidak tahu dan kitalah yang harus memberi pemahaman. Lalu soal anak, maka dikembalikan lagi ke kita sebagai orang tuanya. Karena orang tua posisinya hanya sebagai kakek dan nenek anak-anak. Tapi tanggung jawab sepenuhnya, tetap ada di tangan kita sebagai orang tuanya. Ya, jadi kitalah yang harus memutus mata rantai cara-cara lama yang kurang baik dan memperlakukan anak-anak kita sebaik mungkin 😇


Sabar sebagaimana orang tua kita dulu bersabar 😇

Ah menulis ini saya jadi teringat sebuah video mengharukan tentang cerita seorang ayah yang selalu sabar menjawab pertanyaan anak kecilnya yang berulang-ulang. Tapi saat anaknya sudah besar, si anak justru tidak sabar menjawab pertanyaan berulang-ulang ayahnya. Duh, jangan sampai kita seperti ini :( Karena se-salah dan sekeliru apapun, orang tua tetaplah orang tua. Yang sudah membawa kita sampai menjadi seperti sekarang.

Kita mungkin tidak bisa membalas jasa mereka, tapi semoga kita tetap menjadi anak yang hormat dan bersabar sebagaimana dulu orang tua kita bisa sabar menghadapi kita 😊

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.