Duh, Stop Ngeluh Deh!

Akhir-akhir ini entah kenapa saya sering sekali menemukan cerita-cerita wanita yang sulit hamil, atau hamil tapi penuh perjuangan dalam perjalanannya, atau anak-anak mereka yang sudah lahir, tapi masih harus berjuang dengan sakitnya bahkan tidak berumur panjang 😢 Masya Allah, mendengar atau membaca cerita-cerita mereka rasanya saya seperti lagi 'dicubit' oleh Allah. Ditegur dengan kalimat, "Ini pelajaran supaya kamu lebih bersyukur, De!"

Saya jadi malu. Malu kalau masih suka ngeluh. Ngeluh hamil lagi saat anak masih bayi. Ngeluh anak rewel dan menguji kesabaran saya. Ngeluh perkembangan anak kok nggak secepat anak lainnya. Dan ngeluh-ngeluh lainnya. Duh, malu banget rasanya. Di saat Allah mempercayakan saya untuk hamil anak kedua dengan cepat, di saat anak saya jarang sakit, rasanya kesulitan-kesulitan saya tuh nggak ada apa-apanya dibanding nikmat yang sudah Allah berikan, yang sudah jauh lebih besar 😩
daun yang jatuh, tidak pernah membenci angin
via https://pixabay.com/id/daun-musim-gugur-alam-warna-101329/
Dan apa coba yang saya lihat? Di saat saya ngeluh hamil lagi, banyak suami istri justru berjuang supaya istrinya bisa hamil bahkan sampai ke luar negeri atau menjalani inseminasi buatan atau bayi tabung yang biayanya sampai puluhan juta, bahkan ini pun beberapa ada yang tidak berhasil 😢 Di saat saya ngeluh anak rewel, banyak suami istri yang merindukan suara tangisan bayi hadir di rumah mereka. Di saat saya ngeluh perkembangan anak tidak secepat anak lainnya, banyak orang tua yang sedang menemani anaknya berjuang melawan penyakitnya supaya bisa sehat dan berkumpul bersama keluarga lagi. Ya Allah, duh ampuni hamba 😩

Sungguh, manusia sungguuuuh terbatas. Terbatas segala-galanya. Ya pandangannya, ya pendengarannya, tapi Allah tidak. Allah Maha Melihat. Allah Maha Mendengar. Makanya Allah lah yang lebih tahu sesungguhnya kemampuan manusia itu sendiri. Di saat kita ngeluh, Allah sebenarnya sudah punya rencana-Nya sendiri. Yang mana rencana-Nya selalu disesuaikan dengan kemampuan setiap umat-Nya. Karena sesuai kemampuan itulah, makanya Allah selalu memberi apa yang kita butuhkan. Barangkali kita punya keinginan, tapi apakah keinginan itu kita butuhkan, terkadang kita tidak tahu. Hanya Allah-lah yang tahu.

Mungkin saya pengennya jarak antara hamil pertama kedua ideal 2 tahun. Tapi apa itu yang saya butuhkan? Mana tahu kalau anak sudah lewat setahun, saya justru kepingin hamil lagi dan khawatir belum dikasih-kasih. Nah sekarang, saya justru harusnya bersyukur kalau Allah sudah memberikan kehamilan kedua ini lebih cepat. Mungkin saya pengennya perkembangan anak cepat seperti anak-anak lain. Tapi mana tahu ketika perkembangan anak saya cepat, justru timbul sifat kesombongan dari hati saya. Merasa saya sudah menjadi ibu yang sempurna. Dan yang lain-lainnya yang pada kenyataannya, memang kalau direnungkan, segala yang sudah diberikan Allah itu sudah paling ideal. Sudah paling cocok buat saya. 

Duh, stop ngeluh deh!

Makanya, kadang saya pun miris sebenarnya, di saat masih ada ibu hamil yang mengeluh, ibu-ibu yang mengeluhkan anak-anaknya. Rasanya saya juga pengen bilang ke mereka, bahwa kita ini sudah jauh lebih beruntung lho, banyak yang pengen merasakan posisi seperti kita. Banyak yang pengen merasakan mual saat hamil, banyak yang pengen mendengar tangisan bayi. Kita di sini sudah diberi kemudahan dan tidak perlu melakukan apapun, hanya menerima. Sedangkan di luar sana, banyak sekali yang harus mengorbankan banyak hal. Hiks. 

Ah, semoga kita tidak akan menjadi manusia yang jauh dari syukur apalagi kufur. Dan benar, kalau kita bersyukur rasanya hidup jauh lebih lapang. Mungkin ini yang namanya kalau bersyukur, maka ditambah nikmatnya. Tapi kalau tidak bersyukur dan ngeluh terus, rasanya hidup tuh sempit aja bawaannya. Dan mungkin ini yang namanya kufur membawa azab huhu naudzubillahimindzalik.
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim: 7)
Semangat ya ibu-ibu 😀 Allah Maha Tahu yang terbaik untuk kita semua 😇

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

12 komentar:

  1. 😘 kadang khilaf ya, Mbak.
    Selamat buat kehamilannya.

    Saya termasuk yg sedang berjuang kepengen 😊😊😊

    BalasHapus
  2. Selamat yaa, semoga sehat selalu. :)

    BalasHapus
  3. belajar bersyukur memang tidak mudah ya Mbak, saya juga ngerasain itu. Kita memang harus terus belajar. :)

    BalasHapus
  4. Happy pregnant mak..
    Smoga lancar dan sehat..
    Smoga hamilnya nular ke saya. Aamiin..

    Momen ini gak bakal terulang lagi mak.. Nikmatin dan semangaaat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga segera diberi ya Mbak :)

      Hapus
  5. Ahamdulillah...semoga kehamilannya lancar dan semua sehat. Keluarga kami termasuk semua yg diceritakan...hehe. Anak-mantu ikut program IVF, tp blm berhasil. Anak saya yg lain, anaknya (= cucu) delay tumbuh kembangnya. Ya dijalani saja...ikut terapi. Do'akan ya...yg program hamil, bisa hamil. Dan cucu saya pinter & sehat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah udah punya cucu, masya Allah :) Aamiiin, semoga semua lancar dan sehat ya Bun :)

      Hapus
  6. Reminder buat aku jg mba yg kadang msh suka ngeluh lihat tingkah laku anak dll.. Mestinya bisa lbh bersyukur ya mbaa.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak. Namanya juga anak-anak hihi

      Hapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.