Karena Siapa Pun, Berhak Mendapat Jodoh

Alpha female adalah sebutan untuk perempuan dewasa hebat yang memiliki keterampilan alami untuk memimpin. Mungkin kamu sering melihat perempuan-perempuan yang menonjol di sekitarmu karena mereka secara alamiah memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Mereka pun dihormati karena kecerdasan atau pekerjaan mereka yang selalu di atas rata-rata. - @sofiatimukrimah
Begitulah kutipan yang saya temukan di sebuah artikel yang berjudul Tips Dapat Jodoh dari Henry Manampiring untuk Perempuan Pintar yang Sulit Dapat Pasangan yang ditulis oleh @sofiatimukrimah. Dikatakan dalam artikel tersebut, perempuan yang terbiasa mandiri, senang memimpin, sering berprestasi, bahkan mampu memberdayakan orang banyak, inilah yang dimaksud dengan Alpha Female. Yang seringkali membuat laki-laki merasa terintimidasi untuk mendekati perempuan-perempuan bertipe ini.

Saya punya cerita sedikit. Saat naik taksi online beberapa waktu lalu, supir banyak cerita pada suami. Salah satunya tentang dia yang belum menikah dan pernah dikenalkan pada seorang perempuan yang berprofesi sebagai dokter. Ia menolak, dan bisa diduga apa alasannya. Si supir ini mengaku, bukan masalah mindernya, melainkan karena ia takut jika si perempuan profesinya lebih tinggi, maka bisa jadi - kelak setelah menikah, ia akan direndahkan. Padahal kalau saya pikir, mengapa harus takut jika belum dicoba? Mengapa justru ia berpikiran buruk? Bisa jadi si perempuan belum tentu seperti itu. 
https://pixabay.com/id/valentine-cinta-jantung-merah-644623/
Inilah yang membuat saya sepakat dengan Henry Manampiring, penulis buku The Alpha Girl’s Guide yang percaya bahwa laki-laki yang percaya dirilah yang mampu melengkapi Alpha Female. Ketika laki-laki merasa percaya diri, maka ia tidak akan merasa minder atau takut dengan perempuan yang justru memang terlihat hebat. Karena sebenarnya, siapa pun berhak mendapatkan jodoh. Perempuan yang merasa hebat pun sebenarnya tidak perlu risau dengan belum hadirnya seorang jodoh. 6 tips dari Henry Manampiring di bawah ini barangkali bisa diaplikasikan. Yang tentunya saya jabarkan sesuai pemahaman dan pengalaman saya pribadi.

1. Menjadi perempuan yang lebih peka

Kita merasa tidak ada yang mendekati kita, padahal bisa jadi karena kita kurang peka. Peka di sini adalah maksudnya, kita mampu menangkap sinyal dari seorang lelaki bahwa dia sedang mendekati kita. Kadang kita tidak peka karena kita merasa bahwa laki-laki di lingkungan kita adalah teman biasa-biasa saja. Padahal hal-hal sepele seperti ketika dia terus-terusan mengirim pesan, perhatian pada hal kecil, bisa jadi itulah tandanya.


2. Periksa diri, apakah ada sifat kita yang mengganggu?

Terkadang kita cenderung punya rasa percaya diri tinggi. Tapi apakah sifat ini sudah sesuai porsi yang tepat, dalam artian kita tidak merendahkan orang lain? Jangan sampai ada sifat-sifat dalam diri yang tidak kita sadari, yang tidak disukai banyak orang. Untuk mensiasatinya, barangkali kita bisa bertanya pada orang-orang terdekat kita, sifat-sifat buruk apa saja yang perlu dihilangkan dalam diri kita. Karena biasanya merekalah yang paling tahu tentang diri kita.

3. Lingkar pertemanan yang lebih luas

Boleh saja kita fokus pada satu hal, tapi jangan sampai kita lupa untuk bersosialisasi. Pengalaman pribadi, saya memasukkan diri ke dalam komunitas-komunitas positif. Dari komunitas-komunitas itulah akhirnya saya mendapat banyak pelajaran berharga dari teman-teman yang saya temui. Saya melihat beragam macam profesi dan karakter yang beda-beda. Yang akhirnya membuat saya banyak belajar dari mereka. Maka bukan tidak mungkin, dengan cara berteman ini, ada salah satunya yang kita sukai, atau kita disukai, dan berlanjut ke jenjang pernikahan :)


4. ‘Jodoh di Tangan Tuhan’, tapi kalau tidak diambil ya di tangan Tuhan terus dong!

Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika kita tidak mengubahnya. Begitu pula dalam hal jodoh. Kita boleh berpasrah, tapi itu kita lakukan saat kita sudah berusaha dan berdo'a semaksimal mungkin. Jika kita saja masih enggan berusaha dan hanya berpangku tangan, mana mungkin kita berharap jodoh dapat turun dari langit? Tetaplah berusaha dan berdo'a semampu kita :)

5. Boleh memilih, tapi...

Dalam hubungan persahabatan saja kita dianjurkan untuk memilih. Ketika kita berteman dengan tukang minyak wangi, maka kebagian wanginya. Artinya, memilih di sini dimaksudkan karena manusia yang pada dasarnya mudah terbawa lingkungan. Maka ketika kita salah masuk, bisa jadi kita akan terbawa buruknya. Apalagi mencari jodoh. Kita boleh memilih. Karena ini akan menyangkut kehidupan kita jangka panjang. Tapi pastikan kriteria pilihan kita tidak di luar batas atau terlalu sempurna. Dalam agama Islam, nomor satu adalah agama. Selama pemahaman agamanya baik, insya Allah semuanya baik. 

6. Tetap evaluasi diri

Ini yang mungkin paling penting. Kita belum mendapat jodoh, maka saatnya kita bermuhasabah atau introspeksi diri. Bisa jadi masih ada sifat-sifat kita yang menganggu orang lain. Bisa jadi ada masalah-masalah kita yang belum terselesaikan. Atau barangkali kita yang terlalu pemilih. Tapi bisa jadi juga kita belum dapat jodoh, karena keluarga masih membutuhkan kita sebagai tumpuan materi. Bisa jadi karena perusahaan tempat kita bekerja, masih membutuhkan tenaga kita, yang belum tentu bisa kita lakukan setelah menikah. Intinya banyak yang mungkin harus kita pikirkan. Maka itu, evaluasi diri penting sekali. Karena percaya atau tidak, jodoh hadir saat kita sudah siap. Tentu saja siap ini menurut penilaian Tuhan :)

Tidak saya pungkiri, dulu pun saya pernah mengalami masa-masa khawatir masalah jodoh. Tapi seiring waktu berjalan, saat saya mencoba menikmati masa-masa kesendirian saya dengan keluarga, teman-teman, kuliah, pekerjaan, semuanya jadi terasa lebih ringan.

Well, tetaplah nikmati masa kesendirian dan tidak banyak mengeluh. Sebab jodoh bukan akhir dari fase kehidupan. Terkait perempuan pintar sulit dapat jodoh, tidak bisa manusia yang menilai. Karena pada akhirnya, perempuan memang dituntut untuk pintar. Karena kelak, dialah yang akan menjadi ibu dan pendidik pertama bagi anak-anaknya :)

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

12 komentar:

  1. iyaaaa, aamiinn, setiap org berhak ya bun, waktunya aja yg beda2 ya :)

    BalasHapus
  2. Iya mba.. apalagi sekarang banyak wanita lulusan S2, S3 bahkan ada yang di luar negeri. Kadang ada yang menasehati jangan tinggi2, nanti susah dapet jodohnya. Padahal bukan maksud wanita tsb dg tingginya pendidikan mendapat pasangan yang lebih tinggi tingkat pendidikannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap. Pendidikan bagi beberapa wanita memang dinilai sangat penting :)

      Hapus
  3. hmmm... saya pernah dianggap begitu lho mbak. Padahal aslinya ngga lho mbak.
    Tetep aja nunduk2 kok sama suami :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya makanya kadang orang cuma nilai dari luarnya aja :v

      Hapus
  4. Haha dulu ada nih cowok yg curhat ke orang terdekatnya kalau dia minder krn cuma tamatan SMA. Pikir dia nanti bakalan diinjak. Saat itu saya bilang sama orang terdekatnya, "Ya gpp sih, mungkin jodoh gue emang yg high class mungkin" haha abis saya bingung mau jawab apa. Membela diri, menyanggah, saya nggak suka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Nah kadang cewek pun kalo ditantangin, malah nantangin balik ya hihi

      Hapus
  5. Akhir2 ini aku memikirkan poin nomor 1, Mbak. Sepertinya sudah sekitar 2 tahunan ini saya gakmerasakan love spark dalam diri saya :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm coba diliat" lagi mbak, kali aja sebenernya ada :D Emang ga slalu ada sih, mungkin emang belum waktunya aja :)

      Hapus
  6. orang Sunda bilang, "Jodo, Bagja, Cilaka, Alloh anu Ngatur"

    BalasHapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.