Baby Blues dan Kematangan Persiapan Saat Hamil

Akhir-akhir ini mungkin terlalu banyak kita dengar berita tentang ibu yang membunuh bayinya sendiri. Terdengar sadis, tapi hal ini 'cukup dimaklumi' mengingat apa alasan sang ibu membunuh yang rupanya tidak jauh dari stres.
https://pixabay.com/id/wanita-putus-asa-sedih-air-mata-1006102/
Stres pasca melahirkan atau lebih dikenal dengan baby blues ini memang kerap terjadi. Wajar saja, apalagi bagi wanita yang menyandang status baru sebagai ibu. Awalnya hanya mengurus diri sendiri dan suami, sekarang sudah harus terbagi perhatian merawat anak. Mungkin ini sebabnya, kita dituntut untuk mempersiapkan segala ilmu dan keperluan saat hamil. Agar setelah melahirkan, tidak terkejut.
Pengertian baby blues syndrome atau dikenal juga dengan istilah Postpartum Distress Syndrome adalah sebuah keadaan yang muncul seperti perasaan gundah, sedih dan khawatir pasca melahirkan. Keadaan seperti ini umumnya akan berlangsung selama 14 hari pertama pasca melahirkan. - http://uraiansehat.com/baby-blues-syndrome/

Pentingnya orang-orang di sekitar Bunda untuk tahu baby blues

Sayangnya tentang pengetahuan baby blues ini, kebanyakan yang baca ialah kita sendiri - si ibu muda yang sedang hamil dan akan melahirkan. Sementara orang tua, mertua, mungkin juga orang-orang di sekitar atau bahkan suami kita belum banyak mengetahui tentang hal ini. Padahal mereka juga seharusnya baca. Karena ya kita, sebagai ibu yang baru melahirkan yang sedang butuh perhatian.

Namun kita juga tidak bisa menyalahkan hal itu. Bisa jadi mereka tidak sempat, atau memang tidak berminat untuk tahu tentang baby blues. Bisa jadi orang tua atau orang-orang di sekitar kita memang tidak mengerti internet, alhasil mereka tidak tahu bahwa banyak artikel yang sudah membahas hal ini. Akibatnya, karena ketidak tahuan itu, orang-orang tua dan sekitar masih memakai kebiasaan-kebiasaan lama. Dengan mengkritik kita ini itu. Menasihati kita terlalu banyak. Sampai mereka tidak tahu bahwa yang kita butuhkan hanyalah ketenangan pasca melahirkan.

Baca: Terjebak Mitos? Lakukan Saja 3 Cara Ini!

Mempersiapkan segala sesuatunya selama hamil

Atas dasar inilah, barangkali kita sendiri yang harus berusaha untuk menenangkan dan membahagiakan diri. Kita sudah tahu baby blues seperti apa. Tanda-tandanya bagaimana. Kita sudah baca penanganannya bagaimana. Maka menjadi penting selama hamil kita mulai mempersiapkan segala sesuatunya. Terutama mental. Kita pasti sudah mendapat gambaran bagaimana saat bayi lahir. Kita harus menyusuinya, begadang dan mengurus segala keperluannya. Hingga saatnya tiba kita melahirkan, kita sudah siap segalanya.

Baca: Hal-hal yang Harus Bunda Lakukan Selama Hamil
Tanda-tanda baby blues:
  • Mudah emosi atau marah.
  • Merasa bingung.
  • Panik berlebihan.
  • Pola makan tidak teratur.
  • Jam tidur tidak teratur.
  • Kurang percaya diri untuk merawat bayinya.
  • Emosinya tidak stabil.
  • Mudah menyerah.
  • Depresi.
  • Menangis tanpa sebab. - http://uraiansehat.com/baby-blues-syndrome/
Penting juga untuk aktif mencari info tentang ibu pasca melahirkan, perawatan dan kesehatan bayi. Kita juga bisa mengajak orang tua, mertua, suami dan orang-orang di sekitar kita untuk turut mempelajarinya. Dengan begitu suami dan orang-orang di sekitar kita sudah mengerti dan mendukung saat kita sudah melahirkan.

Jangan pula malu atau takut minta bantuan pada suami. Karena biar bagaimana suami juga orang tuanya. Itu sebabnya mendiskusikan cara merawat dan mendidik bayi bersama suami juga sebaiknya dilakukan saat hamil.

Yang terakhir, jangan lupa untuk selalu bersyukur bahwa kita telah dianugerahi seorang anak yang lahir dari rahim kita. Dan memohon pertolongan Tuhan dengan memperbanyak dzikir dan do'a agar kita senantiasa dikuatkan sebagai ibu.
Well, selama kita tidak memberi pengetian pada orang di sekitar, kita tidak bisa menyalahkan orang tua dan orang-orang di sekitar bahwa kita sedang mengidap baby blues. Maka kalau bukan kita sendiri yang berusaha, siapa lagi :)

Referensi bacaan: - http://uraiansehat.com/baby-blues-syndrome/

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

12 komentar:

  1. duuuhhh moga2 nanti ga ngerasain baby blues lah secara terakhir hamil tu udah 8 tahun lalu. udah lupa semua hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah masya Allah, jauh banget ya Mbak jaraknya :D
      Semoga lancar, sehat, dan diberi kekuatan ya Mbak :)

      Hapus
  2. efek baby blues ini ngeri banget yah Mba :(

    BalasHapus
  3. Jaga pikiran, jaga perasaan dan jaga kedekatan dengan Tuhan, itu juga membantu Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya bener banget itu. Terima kasih Mbak :)

      Hapus
  4. Aku dulu marah dan sensi justeru karena orang2 terdekat... tapi Alhamdulillah, bisa melewatinyaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya orang-orang terdekat juga bisa pengaruh. Alhamdulillah ya Mbak sudah berhasil dilewati :)

      Hapus
  5. Mesti aware dan minta tolong diingetin sama orang sekitar, saya juga pernah mengalaminya dan diingetkan oleh sebuah artikel :)

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah, anak kedua gak babyblues, malah happy banget pasca melahirkan

    BalasHapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.