Pandang Anak-anak Kita sebagai Anugerah

Seorang anak akan selamanya hidup di hati orang tuanya. Terlebih ibunya. Tidak peduli jika ada seorang ibu yang tidak menginginkan kehadiran anaknya. Tidak peduli jika sang ibu tidak begitu sabar menghadapi anaknya, selamanya - sesungguhnya, sang anak akan tetap ada di hati ibunya. - Ade Delina Putri
Sangat sangat kontras, ketika melihat seorang ibu tega menyiksa anak kandungnya sendiri dengan seorang ibu yang begitu sedih karena ditinggalkan oleh anaknya selama-lamanya. Sangat kontras jika ada seorang wanita yang dipercayai-Nya untuk diberi amanah anak, sementara ia menyia-nyiakannya. Dengan seorang wanita yang begitu sayang pada anak-anak, namun ia belum dipercayai untuk mengandung anaknya sendiri. Sungguh sebuah ironis.

Dunia memang penuh dengan hal yang paradoks. Yang ada, diabaikan. Yang tidak ada, justru mendambakan untuk ada. Barangkali ini sebabnya Allah menurunkan firman-Nya untuk selalu bersyukur.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Tentang anak, ada sebuah kutipan bagus dari Robin Sharma dalam bukunya berjudul Who Will Cry When You Die?
Hadiah terbesar yang dapat kau berikan kepada anak-anakmu adalah waktu. Dan salah satu hadiah terbesar yang akan pernah kau berikan kepada dirimu sendiri adalah menikmati keberadaan anak-anakmu serta memandang diri mereka yang sesungguhnya: keajaiban-keajaiban kecil dalam kehidupan.
https://image.shutterstock.com/display_pic_with_logo/214027/148995728/stock-photo-large-group-of-children-running-in-the-dandelion-spring-field-148995728.jpg
Malah disadari atau tidak, sesungguhnya kitalah sebagai orang tua yang mendapat pelajaran dari seorang anak. Belajar tentang kesabaran yang sesungguhnya. Sabar saat anak mulai menguji kita dengan segala tingkahnya. Belajar tentang arti memaafkan. Karena sebesar apapun kesalahan orang tuanya, sejatinya seorang anak akan selalu memaafkan.

Ya, pandanglah anak-anak kita sebagai anugerah. Hadiah terbesar dari-Nya yang dititipkan pada kita. Ingatlah, tatkala banyak wanita yang mendamba kehadiran seorang anak. Kita yang diberi, itu karena Ia tahu bahwa kita mampu. Mampu untuk menjaganya. Mampu untuk merawatnya. Untuk kemudian, sesungguhnya seorang anak adalah penolong bagi orang tuanya sendiri.
Anakmu bukanlah anakmu. Mereka adalah putra dan putri dari Kehidupan yang merindukan dirinya sendiri. Kahlil Gibran

Tulisan ini terinspirasi dari buku Who Will Cry When You Die - Robin Sharma dalam judul Pandang Anak-anakmu sebagai Anugerah

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

2 komentar:

  1. emang anak itu titipan dari Allah, anak itu adalah anugrah terbesar tak bisa di banding2kan. maka jika kita diberi anak ya kita harus jaga sebaik-baiknya..

    BalasHapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.