Alasan Saya Mau Nikah Muda

Hari ini tepat 34 tahun anniversary ayah dan ibu saya. Yap, sampai 30 tahun lebih ini, Alhamdulillah mereka berdua tidak hanya masih diberi kesehatan dan umur, tapi juga kebersamaan yang hingga saat ini terus langgeng.  Saya yakin, kebersamaan ini pasti dilandasi rasa kesabaran, saling menghargai juga rasa sayang yang mengalahkan setiap konflik dalam pernikahan mereka. Semoga saya dan suami bisa meniru kebersamaan mereka yang langgeng ini. Bahkan hingga kami dipertemukan di jannah-Nya kelak. Aamiin :)

Jika dulu ibu menikah saat usia 17 tahun dan berbeda 13 tahun dengan ayah yang lebih tua, maka saya menikah di usia 22 tahun dan berbeda 3 tahun dari suami yang juga lebih tua. Ya, kami sama-sama menikah muda. Sebenarnya menurut saya, usia 22 tahun itu tidak muda-muda banget kok :v Tapi karena masih ada saja orang yang heran usia 22 sudah menikah, ya sudah mari kita anggap usia segitu adalah menikah muda >_< Jadi mari kita definisikan menikah muda adalah usia 17 sampai 23 tahun.

Saya berkali-kali bilang di blog Sohibunnisa, bahwa tidak pernah terpikir impian saya untuk menikah muda akhirnya terwujud. Karena ya memang merasa - melihat diri saya rasanya belum mampu. Tapi Maha Kuasa Allah, Allah menjawab do'a saya yang dulu :') Ya, saya menikah di usia 22 tahun. Lantas, apa sebenarnya yang membuat saya ngebet :P (berkeinginan kuat.red) sekali ingin menikah muda?
https://pixabay.com/id/audi-pernikahan-hadiah-rings-q7-1563570/

Menghindari Zina

Ini adalah alasan pertama. Tidak beda jauh dengan Alvin, saya ingin menikah juga untuk menjaga diri dari perbuatan zina. Mungkin bagi yang sering membaca blog saya yang Sohibunnisa sudah paham mengapa saya benci kata pacaran :) Ya, karena saya punya pengalaman yang tidak mengenakkan dengan pacaran, sampai akhirnya datang petunjuk bahwa saya harus melepaskan jeratan ikatan tidak halal itu.

Setelah lepas dari pacaran, yang justru seringkali terbenak dalam pikiran saya adalah keinginan untuk menikah. Saya juga tidak tahu mengapa rasa ingin itu begitu kuat dan tidak jarang menghantui hari-hari saya. Padahal, usia saya saat itu masih 19 tahun. 

Dulu, saya merasa konyol. Bagaimana bisa saya terpikir menikah, sementara teman-teman saya masih sibuk memikirkan karirnya, cita-citanya. Hingga akhirnya saya menyadari, saya ingin punya pasangan. Saya ingin punya pasangan yang bisa dijadikan sahabat. Yang setia, yang mampu membimbing saya kapanpun. Dan saya pikir, itu hanya bisa terjadi jika saya punya pasangan. Tapi saya mau, saya tidak takut ketika bersama dia. Maka itu artinya, saya harus menikah dulu :')

Masih Muda

Alasan mau nikah muda ya karena memang masih muda :v. Maksudnya begini. Dengan usia yang masih muda, saya merasa sepertinya pernikahan akan lebih indah. Sebab apa, sebab sepertinya akan terlihat keren kalau anak muda jalan dengan pasangannya yaaaang sudah SAH sebagai suami istri. Selain itu, saya juga merasa dengan usia muda, kemungkinan untuk memiliki anak akan lebih besar. Karena reproduksinya yang masih bagus.

Jadi pemikiran masih muda dan pernikahan indah ini lebih kepada saya merasa punya pasangan di usia muda akan lebih terlihat elegan dibanding melihat pasangan-pasangan yang hanya sekedar pacaran. Karena selain sudah sah, pasangan yang sudah menikah juga lebih memiliki komitmen yang kuat sehingga tidak mudah berkata putus.

Masih Ada Orang Tua

Alasan yang tidak kalah penting adalah saya mau nikah muda karena masih ada orang tua :) Saya punya keinginan agar orang tua melihat pernikahan saya. Karena usia tidak ada yang pernah tahu. Siapa yang bisa menjamin kalau saya menikah di usia yang lebih tua, orang tua masih ada :') 

Alasan ini sebenarnya terpikir setiap kali saya melihat wajah orang tua menimang cucu-cucunya. Saya juga ingin seperti kakak-kakak saya. Dimana orang tuanya masih bisa melihat anak-anak mereka :)

Finally, Qodarullah, atas Kuasa Allah impian saya untuk menikah muda tercapai. Saya dipertemukan dengan seorang laki-laki yang sholeh lagi berani. Ya, berani untuk menghadap orang tua saya. Bahkan yang lebih menakjubkan dari rencana Allah adalah saya langsung dipercaya untuk hamil dan melahirkan seorang anak :')

Jadi bagi teman-teman yang memiliki impian yang sama, jangan takut untuk menikah muda. Selama niat memang sudah lurus dan diri sudah siap. Siap mental, siap secara ilmu dan pemahaman agama, juga siap secara tanggung jawab. Tanggung jawab untuk memahami hak dan kewajiban suami istri. Dan yang terpenting sudah siap calonnya ^_^

Tapi jika dirasa belum, tidak perlu galau dan risau. Toh pernikahan bukan ajang balapan. Ia ditakdirkan manakala Yang Maha sudah menghendaki. Karena Allah tahu kepantasan setiap hamba-Nya. So, tetaplah memantaskan diri. Menjadi pribadi yang baik setiap harinya :) 

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

4 komentar:

  1. iya emang kalau nafsu kita udah engga bisa di tahan, mending nikah aja. hehe ketimbang pacaran, terus nglakuin hal yang tidak2.

    BalasHapus
  2. Salam mbak. Saya juga nikah muda, umur 20, meyakini juga kalau itu sudah qadrullah. Menurut saya pernikahan muda yang banyak gagal dan bermasalah itu yang pernikahannya di awali "masalah" jadi nggak siap dengan konsekuensi. Tapi kalo menikah muda atas dasar kesadaran,umumnya lebih survive, problema pernikahan mau tua atau muda mah selalu ada aja ya kan mba.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga Mbak :) Wah lebih muda lagi, umur 20 hehe.
      Yap, kesadaran itu memang penting banget. Ga sekedar menuruti hawa nafsu, lantas setelah menikah justru kaget sendiri dengan beragam konflik di dalamnya hehe :)

      Hapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.