Three Months Emir

Mumpung belum lama dari momen Idul Fitri, saya selaku penulis di blog bundadelina.blogspot.co.id mohon maaf lahir batin ya. Barangkali ada kesalahan yang tidak disengaja selama saya menulis di sini. Entah karena dirasa 'sok tahu' ataupun ada kesalahan tulisan atau komentar yang kurang berkenan di hati pembaca :)

Selesai Idul Fitri, usai kembali lagi ke Surabaya setelah lebaran mudik ke Kuningan, Jawa Barat, itu artinya usai juga ibu dan ayah saya menemani saya dan suami di Surabaya untuk mengurus Emir. Jadi kalau dihitung-hitung, mereka sudah menemani kami hampir 3 bulan sejak tanggal 20 April sampai 9 Juli kemarin. Hmm, ada rasa sedih sih, karena yang biasanya saya ada teman ngobrol, sekarang jadi hanya berdua dengan Emir. Karena suami juga sudah bekerja. Padahal awalnya, saya ingin cepat-cepat merasakan bagaimana mengurus Emir hanya berdua dengan suami. Ealaaah tapi setelah ibu dan ayah pulang kok yo, jadi merasa sepi u_u *dasar manusia -_- 

Makanya di sela-sela rasa sedih itu saya coba kembali mengingat-ingat saat saya justru ingin cepat merasakan bagaimana rasanya mengurus anak hanya berdua dengan suami. Kalau ada ibu dan ayah kan me time saya masih banyak, suami juga bisa bekerja dengan tenang. Beda jika hanya berdua saja. Seperti sekarang, saya jadi merasakan yang namanya untuk melakukan apapun itu nggak bisa lama-lama. Karena keburu anak nangis :v Walaupun suami kerja di rumah, tapi kan ya nggak bisa selalu menjaga Emir. Tetap saja saya yang harus full bisa bagi waktu. Bahkan sekarang sudah nggak sempat masak u_u

Tapi Allah Maha Adil sih hehe. Di saat ibu dan ayah pulang, Emir sudah beranjak tiga bulan tanggal 17 Juli besok. Jadi sudah memasuki fase bisa melihat dunia dan diajak bercanda :D Ya jadi nggak kesepian-kesepian amatlaaah :v Sayangnya, karena sudah bisa diajak bercanda ini, Emir jadi tidak bisa ditinggal lama-lama. Ditinggal sebentar saja sudah oe oe pertanda kode dia tidak mau ditinggal, alhasil saya harus selalu curi-curi waktu saat dia tidur untuk melakukan segala sesuatunya. Ya pekerjaan rumah, ya menulis ini. Nah untungnya, suami saya ini tipe yang sangat membantu sekali. Mungkin karena dia memang senang punya anak kali ya. Jadi tidak terasa berat membantu istrinya mengurus Emir. Bahkan seringkali girang saat mengajak Emir bercanda dan untuk memandikan saja, dia yang lebih pintar. Saya malah masih ngeri-ngeri :v

Emir juga sudah bisa angkat-angkat kaki dan menghisap jarinya. Kalau kata abahnya (bapak mertua.red) sih itu tandanya si bayi sedang minum air surga hihi wallahu'alam deh :D Mata Emir juga sudah bisa mengikuti gerak-gerik gerakan suatu benda. Telinganya pun sudah bisa dirangsang. Kalau ada bunyi-bunyian matanya langsung mengikuti gerakan bunyi itu. Lucu deh :v Jadi sekarang Emir sudah bisa diberi mainan. Menyusunya juga semakin kuat. Kadang bisa sampai satu jam o_o Jadi saya bersyukur sekali itu artinya Emir berkembang dengan baik. Kira-kira beratnya sekarang berapa ya? Sudah berasa banget nih kalau digendong. Ya pegelnya maksudnya haha. Tapi seneng, karena semakin gembul dia :v

So, di fase ini saya mulai merasakan hampir menjadi ibu yang sesungguhnya. Yang kudu curi-curi waktu karena tidak ada asisten sama sekali. Mulai bekerja sama dengan suami. Kalau suami belum bekerja, saya mandi dan melakukan pekerjaan rumah yang lain. Kalau sudah bekerja, ya sudah, full time untuk Emir. Tapi untuk menulis, ya kudu nunggu Emir tidur dulu.

Well, ya kita nikmati saja! Bantu bunda dan ayah untuk bersabar ya Emir :*

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

4 komentar:

  1. Selamat menikmati mengurus babynya, mbak. Lelah sudah pasti, tapi tetap bahagia, apalagi kalo ngelihat kelucuannya. Hehe. Kalo saya dulu pas mandiin selalu berdua sama suami. Suami juga kerja di rumah. Sampe pup saja saya minta bantuan suami, kerjasama nyebokin. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi iya Mbak. Makin lucu ya jadi seneng aja. Saya jg brdua kl mandiin Emir, ya walaupun cuma bagian nuang sabunnya aja :v

      Hapus
  2. Whoa, lucu sekali, semoga Emir tumbuh jadi anak yang sholeh ya Mbak 😀

    BalasHapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.