Jangan Umbar Masalah dan Keburukan Pasangan

"Si dia kenapa ya? Kok update statusnya begitu terus. Kan kasihan suaminya."

https://dickywira.wordpress.com/2012/02/23/phronesis/
Kalau saja A tidak selalu memasang status yang galau, barangkali B tidak akan berburuk sangka. Pasalnya, A adalah wanita yang sudah menikah, ketika memasang status galau, maka yang terjadi adalah jatuhnya prasangka orang lain bahwa rumah tangganya seolah-olah sedang bermasalah. Memang, media sosial adalah hak setiap orang ingin dipakai untuk apa. Tapi kita juga harus ingat, bahwa dari  media sosial pula orang akan melihat perilaku kita. Karena tidak semua orang bisa berpikiran bahwa status-status negatif - jika tidak disuka, ya diskip saja.

Adalah rasa miris saya melihat beberapa teman yang sudah menikah justru sering memperbarui status di media sosialnya dengan hal-hal yang terkesan negatif tentang rumah tangganya. Saya selalu berpikir, adakah mereka tidak bahagia dalam kehidupan rumah tangganya? Yang padahal pasangannya itu adalah pilihannya sendiri. Rumah tangga memang tak selalu indah layaknya pengantin baru, namun haruskah mereka menumpahkan 'emosinya' di media sosial?

Karena kebingungan saya ini, saya melakukan survey kecil-kecilan di facebook saya. Bagaimana teman-teman menghadapi fenomena ini. Apakah mereka punya pengalaman atau sekedar pendapat, yang barangkali tidak hanya saya saja yang merasakan seringnya menemukan status negatif tentang rumah tangga yang diposting di media sosial.

Ternyata saya memang tidak sendiri. Fenomena ini sudah seperti menjadi hal yang biasa. Terbukti dari jawaban teman-teman yang memang pernah mengalaminya. Ada yang sekedar melihat, bahkan pernah mengalaminya sendiri, a.k.a pernah membuat status galau tentang pasangannya.

Pernah punya pengalaman. Temen ribut dengan suaminya. Segala nama binatang dan setan keluar dari istrinya. Suaminya sibuk menenangkan. Saya jadi penonton aja. Gak komen sama sekali. 
Besoknya saya nyetatus kira-kira begini "susah ya jadi seleb kayak Raffi dan Yuni. Lagi akrab diberitain. Berantem juga diberitain." 
Saat itu saya beneran nyetatus tentang Raffi dan Yuni yang lagi heboh digosipin putus. Eh, temen saya merasanya status saya itu nyindir pertengkarannya semalam. Ujung-ujungnya saya diunfriend. - MA
Dulu saya alay begitu *ngaku*. Berantem di umbar di untung aja suami gak nyautin. Kl nyaut nanti kaya sinetron indonesia lagi. - RL
Aku pernah baca suami-istri ribut di fb, istrinya pasang status, suaminya tersinggung dan bales komen ke istri dengan kata-kata yang menyinggung. Akhirnya mereka berdua bertengkar bales2an komen. - KF
ada temen yg suka mengungkap aib dan kesalahan suaminya di fb,si suaminya ga fb-an jdi otomatis suaminya ga tau,parahnya sodara suaminya ada yg berteman sama dia di fb,ya dibocorin lah ke suaminya curhatan2 istrinya itu,ujung2nya jdi masalah besarrr di dunia nyata,ngerriii... sy yakin bgt ga ada untungnya bongkar aib suami di medsos,sama aja dgn buka aib sendiri. - AM
Awal2 nikah, seneng share tntang suami n pribadi.hihi. suami ga pernah like n komen. Trus kesel jg sih ga ditanggepin.. Akhirnya nanya, kalimatnya bikin sadar "Cukup kita yang tau, ga perlu semua dipublikasiin. Ga dapet apa2 juga kan!". Hemm... Kalimatna jleb. Dan semenjak itu berusaha dikurangi posting2 tentang pribadi. Walau kadang2 msih.hihi. - SP
Rupanya, mereka pun pada akhirnya merasakan dampak negatifnya. Terlebih dari salah satu komentar yang terlihat bahwa ia sudah melihat secara langsung dari status yang terbawa ke dunia nyata dan justru menjadi masalah besar. Naudzubillah. Bayangkan, dari sekedar status yang hanya dipasang di dunia maya, bisa menjadi masalah besar di dunia nyata. Hal yang terlihat sepele, tapi ternyata bisa berpengaruh besar pada kehidupan selanjutnya.

Dampak dari Membuka Keburukan Pasangan

Saya rasa tidak ada satupun orang yang benar-benar peduli jika kita menumpahkan emosi negatif di media sosial. Seringkali pertanyaan yang datang pun hanya karena rasa keingin tahuan. Selebihnya? Orang-orang hanya akan mengasihani kita. Memandang bahwa hidup kita terlalu miris dan menyedihkan.

Di lain hal, membuka keburukan pasangan atau masalah rumah tangga pada teman lawan jenis, hanya akan memperparah keadaan. Awalnya hanya mencurahkan hati, lama-lama siapa tahu datangnya setan? Perselingkuhan bisa saja tak terhindarkan. Lagi-lagi naudzubillah.

Pada akhirnya, keduanya sama-sama tidak menyelesaikan masalah. Yang ada hanya masalah tidak terselesaikan, malah muncul masalah baru.

Suami Istri adalah Pakaian yang Saling Melengkapi

Karena istri itu pakaian buat suami dan suami pakaian untuk istri. Klo buka aib, sama saja sedang menelanjangi diri sendiri. - VS 
Hehe aib soalnya ya Mba, itu aja. Lainnya karena ga tega, toh saya juga ga mau kalau dibongkar2 aib saya (misal saya suka gigitin kuku bukan kuku kaki) :D - IA
Kawan, jika pasangan dan menikah adalah atas dasar pilihan kita sendiri, maka pantaskah kita mengeluhkannya, terlebih di media yang dilihat banyak orang? Media yang rawan sekali persepsi dan prasangka buruk orang. Baik saja masih dikomentari, apalagi buruk. Begitu katanya.
“Mereka (para istri) adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka,” (QS. Al-Baqorah: 187).
http://www.slideshare.net/RadianceStorage/keluarga-sakinah 
Apa definisi pakaian? Sesuatu yang menutupi tubuh. Melindungi tubuh. Juga sesuatu yang memberi kehormatan pada tubuh. Maka demikian pula pada suami dan istri. Jika salah satunya membuka keburukan atau dengan kata lain aib, maka secara tidak langsung, suami atau istri tersebut telah menelanjangi dirinya sendiri. Menjatuhkan kehormatan diri sendiri. Tsumma naudzubillahimindzalik.

Bicarakan Langsung Baik-baik pada Pasangan

Menurut saya ? Ini ada yang salah di pola komunikasinya. Apa tidak bisa bicara langsung baik-baik. Diselesaikan di rumah. Kalau perlu di kamar. Private. Kalau diumbar di sosial media. Apa lagi bertengkar secara terbuka. Adduuhh. Janganlah. Tak elok. -NH
Tidak ada satupun solusi atas masalah selain dibicarakan langsung pada yang bersangkutan. Kita punya masalah dengan orang lain, maka bicarakan langsung pada orangnya. Jika tidak begitu, mana tahu orang yang bersangkutan bahwa ada yang mengganjal di hati kita? Begitu juga pada pasangan. Terlebih sesungguhnya, pasangan adalah orang terdekat kita. Saya percaya, jika pasangan adalah orang baik, maka ia akan dengan lapang mendengar keluh kesah kita. Namun jika berbeda kejadiannya, dan pasangan sulit menerima, maka saatnya minta bantuan pihak ketiga. Dengan do'a atau minta bantuan pada pihak keluarga/orang-orang yang lebih bijaksana.

Jangan Biarkan Orang Tahu Masalah/Keburukan Pasangan

Walau tidak terlalu mengumbar keburukan, istri yg sengaja ataupun nggak sengaja pasang status/gambar tentang "kantong kering", uang belanja kurang, gak pernah piknik, begini begitu, yg mengarah pada aib rumah tangga atau keburukan suami juga bisa jadi pemicu prasangka buruk orang lain dan turunnya harga diri suami. Begitu pula sebaliknya, pasang status/gambar yg secara nggak langsung mencitrakan keburukan istri sebaiknya dihindari karena hal itu aangat tidak patut untuk dilakukan oleh suami. - IT
Sekali lagi, jika menikah dan pasangan adalah pilihan kita sendiri, maka kita jualah yang harus menjaga kehormatan diri dengan tidak mengumbar masalah dan keburukan pasangan atau rumah tangga.
http://www.slideshare.net/RadianceStorage/keluarga-sakinah

Dan baiknya, jika emosi sedang melanda, kita tenangkan diri dengan menarik nafas dan melakukan sesuatu yang lain yang membuat emosi tidak berantakan. Juga jauhi gadget ataupun media sosial. Karena manusia kadang butuh menjauhkan sesuatu yang menjadi sebab bakal terjadinya keburukan. Selain menghindari hal yang tidak diinginkan, juga menjaga kehormatan diri juga pasangan itu sendiri :)

Semoga kita selalu diberi kekuatan. Aamiin :)

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, and Bookish.
Live in Surabaya.
For question, please email:
adedelinap@gmail.com
Keep smile, keep spirit, positive thinking ^_^

3 komentar:

  1. di wall FB saya juga ada Mak, pasuttri yang seperti itu. Bukan cuma pasutri, temen-temen yang suka bikin drama juga banyak. Karenanya saya lebih hati-hati kalau share di Fb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mak, karena status negatif sesungguhnya bisa membawa aura negatif ya :)

      Hapus
  2. betul mbak, aduh kok ya bisanay seperti itu, keburukan suami itu ya keburukan kita juga. Coba kalau yg baca orang yang benci sama kita pasti hal ini bisa disebarkan. Rugi sekali

    BalasHapus

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.